Diduga Ada 10-15 Orang Pelaku Penganiayaan Jurnalis Tempo

- Editorial Team

Selasa, 30 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surabaya, TRIBRATA TV

Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis mendesak polisi untuk mengusut dan mengungkap seluruh pelaku yang terlibat penganiayaan Nurhadi, jurnalis majalah Tempo di Surabaya pada Sabtu (27/3/2021) lalu.

Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya, Kontras, LBH Pers, dan LBH Lentera. Mereka menduga, ada sekitar 10-15 orang pelaku penganiayaan itu.

Fatkhul Khoir, Kepala Divisi Advokasi Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis menyatakan itu. Dia turut mengikuti prarekonstruksi penganiayaan Nurhadi di Bumimoro, Senin (29/3/2021) kemarin.

“Diduga, pelakunya berjumlah antara 10 hingga 15 orang,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima media ini, Selasa (30/3/2021).

Dalam prarekonstruksi yang dipimpin Kombes. Pol Totok Suharyanto, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, polisi mendatangkan dua terduga pelaku yang berlatarbelakang anggota Polri.

Mereka antara lain Purwanto dan Firman yang dalam keterangan Nurhadi pada pelaporan sebelumnya, terlibat dalam kasus dugaan penganiayaan dan penghalangan kinerja jurnalis itu.

BACA JUGA  Paru-paru Dunia: Jurnalis, SKK Migas, dan KKKS Bersinergi Tanam Mangrove di Sungsang

“Jadi dalam prarekonstruksi kemarin, baru dua terduga pelaku didatangkan polisi. Kami mendesak polisi mengungkap pelaku lain yang terlibat. Termasuk aktor intelektualnya. Semuanya harus diadili,” ujarnya.

Sekretaris KontraS itu bilang, dalam proses prarekonstruksi yang digelar kemarin, dua pelaku itu (Purwanto dan Firman) mengakui, mereka turut memukul Nurhadi.

Keduanya juga mengakui, mereka yang membawa Nurhadi ke hotel Arcadia serta menekannya agar tidak memuat pemberitaan apapun yang informasinya diperoleh di resepsi pernikahan itu.

Eben Haezer, Ketua AJI Surabaya menegaskan, hal itu jelas melanggar pasal 18 ayat 1 Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers karena para pelaku dengan sengaja menghambat kerja pers.

“Berdasarkan keterangan korban, pelaku lain juga melakukan penganiayaan yang lebih keras. Bahkan ada yang mengeluarkan ancaman seperti ‘mau masuk UGD atau kuburan?” ujar Eben.

BACA JUGA  Bupati Ipuk Dapat Surprise dari Pelukis Difabel

Fatkhul Khoir menambahkan, berdasarkan keterangan Nurhadi, pelaku lain yang terlibat dalam penganiayaan atas dirinya adalah ajudan Angin Prayitno Aji, mantan Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu.

Tidak hanya menganiaya Nurhadi, para pelaku itu juga merusak SIM Card di ponsel miliknya serta menghapus semua data di ponsel milik Nurhadi yang merupakan bagian dari perangkat kerja jurnalistik.

Sekadar mengingatkan, Nurhadi mengalami penganiyaan saat sedang melakukan peliputan di Gedung Samudra Bumimoro. Dia sedang melakukan reportase dan hendak meminta konfirmasi terkait kasus dugaan suap yang ditangani KPK.

Saat itu, Angin Prayitno Aji, mantan Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu yang sudah dinyatakan KPK sebagai tersangka kasus dugaan siap sedang menggelar acara pernikahan anaknya.

Melalui resepsi itu, Angin Prayitno Aji secara resmi berbesan dengan Kombes Pol Achmad Yani, mantan Kepala Biro Perencanaan Polda Jatim.

BACA JUGA  Lecehkan Profesi Wartawan Seorang Oknum Sopir Truk Tangki Dipolisikan

Nurhadi sempat dituduh masuk tanpa izin. Meski sudah menjelaskan bahwa dirinya adalah wartawan Tempo, pengawal Angin Prayitno Aji tetap merampas ponsel miliknya kemudian merusaknya.

Selain itu, Nurhadi sempat hendak dibawa ke Kantor Polres Pelabuhan Tanjung Perak tapi batal. Ketika kembali ke Bumimoro, pengawal Angin beserta sejumlah oknum yang diduga polisi memukulinya. (Redho)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

DPD GWI Sumut Kecam Hotman Paris: Pernyataannya Rendahkan Profesi Wartawan
Tersangka Pengerusakan dan Pembakaran Dilimpahkan ke Kejari Simeulue
Dirres PPA dan PPO Polda Sumut Koordinasi dengan USU, Dorong Korban Dugaan Pelecehan Seksual Segera Melapor
Polres Kampar Ungkap PETI di Gunung Sahilan: 2 Terduga Diamankan, 12 Rakit Dimusnahkan
Polres TTS Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Berat di Bena
Diduga Tambang Pasir Ilegal Masih Beroperasi di Sipoholon, Warga Minta Pemkab Tapanuli Utara Bertindak
Kuasa Hukum Bantah Bupati Gowa Tolak Berikan Keterangan di Sidang Pansus Angket
Sidang Gugatan Perdata di PN Medan, Ketua Majelis Dinilai Tidak Objektif dan Bepihak

Berita Lainnya

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:12 WIB

DPD GWI Sumut Kecam Hotman Paris: Pernyataannya Rendahkan Profesi Wartawan

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:15 WIB

Tersangka Pengerusakan dan Pembakaran Dilimpahkan ke Kejari Simeulue

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:22 WIB

Dirres PPA dan PPO Polda Sumut Koordinasi dengan USU, Dorong Korban Dugaan Pelecehan Seksual Segera Melapor

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:29 WIB

Polres Kampar Ungkap PETI di Gunung Sahilan: 2 Terduga Diamankan, 12 Rakit Dimusnahkan

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:17 WIB

Polres TTS Gelar Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Berat di Bena

Berita Terbaru

Sumatera Utara

Ketua PDI Perjuangan Sumut Serahkan Beasiswa di Enam Kecamatan Samosir

Senin, 20 Jul 2026 - 06:34 WIB

Sumatera Utara

SPN Hinai Polda Sumut Terima 103 Casis

Minggu, 19 Jul 2026 - 20:03 WIB