LSM Indonesia Morality Wacth Temukan Ratusan Pekerja di Dinas PUPR Bogor Fiktif, Raup Rp2,6 Miliar per Bulan

- Editorial Team

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, TRIBRATA TV

Ketua DPD LSM Indonesia Morality Watch, Edwar membantah pernyataan Bupati Bogor, Rudi Susmanto yang menyatakan telah memfasilitasi pembahasan terkait pencatutan nama ratusan warga oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor.

Hal ini terungkap dari percakapan telepon yang bocor antara Rudy Susmanto dengan Edwar, pada Jumat 15 Mei 2026 lalu.

Dalam percakapan itu Bupati mengaku sudah mempertemukan dan memfasilitasi pembahasan persoalan tersebut. “Kan sudah saya fasilitasi Pak Edwar, masa Pak Edwar lupa? Sudah saya pertemukan dengan pihak PUPR, semuanya sudah dibahas,” kata Rudi.

Kalimat itu dijawab bantahan oleh Edwar. “Maaf Pak Bupati, itu tidak benar. Sampai hari ini saya belum pernah sekali pun duduk berhadapan, berbicara atau bertemu pihak pimpinan maupun pejabat Dinas PUPR terkait persoalan ini. Belum ada satu pun pembahasan resmi, belum ada langkah pengecekan, apalagi tindakan pembongkaran. Kalau memang sudah dipertemukan, mana buktinya? Mana undangan, daftar hadir, catatan hasil pembicaraannya? Semuanya tidak ada!”, tegas Edwar.

BACA JUGA  Dua Orang Tewas Tertimpa Bangunan Saat Berteduh, Begini Kata BPBD Bogor

Persoalan ini berawal dari temuan Edwar terkait dicatutnya ratusan nama warga Bogor oleh Dinas PUPR. Nama-nama itu dicatut seolah-olah adalah pegawai dinas tersebut.

Padahal mereka-mereka ini tak pernah menginjakkan kaki ke Dinas PUPR dan tak pernah menerima upah. Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka justru disalahgunakan untuk mengeruk uang negara di Dinas PUPR.

Edwar menilai temuannya ini mengungkapkan sistem yang rapi, terstruktur, dan dilakukan beramai‑ramai di lingkungan Dinas PUPR. Modusnya: mengumpulkan data serta salinan KTP warga dari berbagai wilayah lalu dimasukkan ke dalam daftar nama tenaga kerja harian lepas, pekerja lapangan maupun petugas pendukung.

Dengan begitu secara administrasi di atas kertas tercatat lengkap, terlihat sah dan berjalan normal. “Padahal kenyataannya ratusan orang ini sama sekali tidak bekerja. Uang gaji, upah, tunjangan, insentif seluruhnya dicairkan, lalu masuk ke kantong sekelompok orang yang mengatur permainan ini. Nilainya? miliaran rupiah setiap tahun, mengalir terus‑menerus bertahun‑tahun lamanya,” kata Edwar.

BACA JUGA  Sidang Ajudikasi KI Kalbar, Majelis Tegaskan Dokumen Proyek PUPR Pontianak adalah Informasi Terbuka

Dari penelusuran awak media, ditemukan beberapa orang yang namanya tercantum resmi dalam dokumen Dinas PUPR sebagai tenaga aktif. “Benar Pak, ini KTP saya, nama saya tertulis jelas disini, tapi saya bersumpah demi Tuhan, saya tidak pernah melamar, tidak pernah dipanggil, tidak pernah datang bekerja satu hari pun ke kantor PU. Tidak pernah tanda tangan penerimaan uang, tidak pernah dapat sepeser pun,” kata seorang warga yang namanya tidak ingin disebutkan.

Informasi yang didapat nama-nama yang dicatut ini tersebar di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas PUPR Bogor. Kalau dihitung 50 orang saja per UPT dikali 15 UPT yang ada, berarti ada 750 nama warga yang dicatut menjadi pegawai fiktif PUPR.

BACA JUGA  Oknum PNS PUPR Sumut Selingkuhi Istri Pekerja

Dengan gaji rata-rata Rp3,5 juta dikali 50 pegawai dengan 15 UPT berarti ada Rp2,625 miliar perbulan uang negara yang bocor. (Subur Yudianto)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Tiga Hari Buron, Pelaku Penganiayaan Akhirnya Menyerahkan Diri: Polres Kepulauan Sitaro Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum
Kapolsek KP3 Tanjungwangi Respon Cepat Redam Kericuhan
Kapolda Riau Apresiasi Respons Cepat Jajaran Lalu Lintas dan Pemkot Pekanbaru Tangani Dampak Banjir
Polres Merangin dan Polsek Sungai Manau Berikan Pengamanan Ekstra pada Perhelatan MTQH Ke-52
Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat
Perkuat Sinergi Demi Kemajuan Daerah, Plt. Bupati Sitaro Satukan Forkopimda dalam Pertemuan Penuh Keakraban
Harmonisasi Dua Rancangan Perbup, Pemkab Sitaro Matangkan Tata Kelola Arsip dan Arah Pembangunan 2027
Temu Kangen Nelayan Jawa-Bali di Pantai Bulusan: Meriah dengan Lomba Perahu Layar
Tag :

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:13 WIB

Tiga Hari Buron, Pelaku Penganiayaan Akhirnya Menyerahkan Diri: Polres Kepulauan Sitaro Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:16 WIB

Kapolsek KP3 Tanjungwangi Respon Cepat Redam Kericuhan

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:22 WIB

Kapolda Riau Apresiasi Respons Cepat Jajaran Lalu Lintas dan Pemkot Pekanbaru Tangani Dampak Banjir

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:16 WIB

Polres Merangin dan Polsek Sungai Manau Berikan Pengamanan Ekstra pada Perhelatan MTQH Ke-52

Senin, 20 Juli 2026 - 07:00 WIB

Polres Lhokseumawe Gelar Nonton Bareng Final Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Bersama Masyarakat

Berita Terbaru

Nasional

Aklamasi, Mahmud Marhaba Terpilih Kembali Pimpin PJS

Rabu, 22 Jul 2026 - 06:35 WIB