Surakarta, TRIBRATA TV
Komunitas Cinta Kebaya Depok, Jawa Barat, melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, pada Rabu (29/4/2026). Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga membawa pesan kuat tentang pelestarian budaya dan dukungan terhadap karya perajin batik Indonesia.

Dalam kesempatan itu, rombongan menyerahkan sebuah kain batik tulis berukuran panjang 27 meter dengan lebar 3,5 meter sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan. Karya tersebut merupakan hasil produksi perajin batik dari Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dikerjakan secara kolaboratif oleh sekitar 180 pembatik.
Ketua Komunitas Cinta Kebaya Depok, Via Cantik, menyampaikan bahwa pemberian batik tersebut merupakan simbol penghormatan sekaligus ungkapan rasa cinta terhadap budaya bangsa serta kepemimpinan Presiden Jokowi.
Ia juga mengapresiasi kebiasaan Jokowi yang kerap mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah dalam momentum kenegaraan, khususnya saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI.
“Bagi kami, Bapak Jokowi adalah sosok yang turut menghidupkan kembali kebanggaan terhadap budaya Indonesia. Setiap kali beliau memakai pakaian adat di momen 17 Agustus, itu bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pesan kuat bahwa budaya kita harus terus dijaga dan dibanggakan,” ujar Via Cantik.
Ia menambahkan bahwa batik yang diserahkan bukan hanya karya seni, tetapi juga hasil kerja kolektif yang melibatkan banyak tangan perajin. Menurutnya, keterlibatan 180 pembatik dalam satu karya menunjukkan semangat gotong royong yang masih hidup dalam industri budaya tradisional Indonesia.
“Batik ini kami persembahkan sebagai simbol cinta, sekaligus harapan agar perhatian terhadap para perajin terus meningkat. Ini adalah karya bersama, hasil dari ketekunan ratusan pembatik di Kulon Progo yang bekerja dengan penuh dedikasi,” tambahnya.
Via juga menegaskan harapan agar pemerintah dan masyarakat terus memberi ruang bagi pengembangan budaya tradisional, termasuk batik sebagai warisan tak benda yang telah diakui dunia.
“Harapan kami sederhana, budaya jangan hanya dipamerkan, tetapi juga dijaga keberlanjutannya. Para perajin harus terus diberdayakan agar batik tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga sumber kehidupan,” katanya.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain penyerahan batik, rombongan juga menyampaikan dialog singkat mengenai pentingnya pelestarian budaya dan peran komunitas dalam menjaga identitas bangsa di tengah perkembangan zaman.(Didik)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









