Magelang,TRIBRATA.TV – Seorang prajurit TNI Angkatan Darat yang bertugas sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 22/Tempuran ditemukan meninggal dunia di area lahan pembibitan tanaman buah di Dusun Sempu, Desa Tanggulrejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Hingga kini, aparat gabungan TNI dan kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban.
Komandan Kodim 0705/Magelang, Letkol Inf Satrio Budi Bowo Leksono, menegaskan proses penyelidikan masih berlangsung. Ia meminta masyarakat tidak menarik kesimpulan ataupun menyebarkan spekulasi sebelum aparat menyampaikan hasil resmi.
“Sampai saat ini saya juga belum tahu apa yang menyebabkan anggota kami meninggal. Mohon rekan-rekan ikut mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Satrio, Minggu (26/7/2026).
Ia menjelaskan, tim gabungan dari TNI dan kepolisian saat ini terus mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti di lapangan untuk mengungkap penyebab kematian anggota tersebut.
Di sisi lain, Satrio menyampaikan bahwa keluarga besar Kodim 0705/Magelang tengah berduka atas kepergian prajurit yang dikenal mengabdi sebagai Babinsa di wilayah Tempuran. Sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum, seluruh jajaran Kodim meniadakan berbagai kegiatan yang bersifat euforia.
“Yang terbaik, tentunya kita semua berbelasungkawa. Mudah-mudahan almarhum diterima di sisi Allah,” ujarnya.
Korban diketahui merupakan prajurit kelahiran Magelang, 16 Oktober 1988. Jenazah ditemukan warga di kawasan pembibitan tanaman buah di Dusun Sempu sebelum kemudian peristiwa tersebut dilaporkan kepada aparat berwenang.
Seiring beredarnya berbagai informasi di tengah masyarakat yang mengaitkan kematian korban dengan persoalan pribadi, Satrio kembali menegaskan bahwa informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya.
Menurut dia, pihak kesatuan belum memperoleh kesimpulan akhir karena penyelidikan masih berjalan. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil pemeriksaan resmi dari aparat yang menangani perkara.
“Terkait berbagai informasi yang berkembang, kami belum bisa menyimpulkan apa pun. Tim di lapangan masih bekerja mengumpulkan bukti dan fakta. Kami meminta masyarakat tidak berspekulasi sampai hasil penyelidikan selesai,” tegasnya.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian bersama TNI masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian korban. Aparat belum menyampaikan hasil investigasi maupun dugaan resmi terkait peristiwa tersebut.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









