Kabaharkam Polri: Mari Saling Mendukung, Jangan Saling Menyalahkan

- Editorial Team

Sabtu, 25 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, TRIBRATA TV

Kabaharkam Polri meminta semua pihak untuk saling mendukung dalam penanganan virus corona yang terjadi di Tanah Air. Termasuk larangan mudik yang sudah dimulai hari ini Jumat (24/4/2020) diminta untuk dipatuhi masyarakat.

Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masalah virus corona terjadi di 213 negara, sehingga dibutuhkan kerjasama semua stakeholder. Ia juga mengajak masyarakat gotong royong.

“Masalah Covid-19 ini kan masalahnya bukan hanya Indonesia. Terjadi di 213 negara lebih lho. Artinya bahwa semua kita ini harus saling bergandengan tangan menyelesaikan masalah ini. Tanpa terjadi kekurangan semua negara,” kata Komjen Agus dalam keterangan tertulisnya.

BACA JUGA  Bupati Asahan Safari Ramadhan di Masjid Al-Falah Pulau Rakyat

Menurut Komjen Agus, dalam penanganan virus corona tidak semua negara siap menghadapinya di awal. Sehingga ia menyayangkan sikap sejumlah pihak yang mengkritik kebijakan pemerintah pusat terkait penanganan virus tersebut. Komjen Agus mencontohkan, penanganan virus corona di sejumlah negara sampai terjadi keributan dan kericuhan. Bahkan untuk mencegah banyaknya korban jiwa berjatuhan, beberapa negara memberlakukan lockdown.

“Jadi semua negara juga (bahkan) Amerika aja enggak siap, artinya bahwa jangan mencari salah lah. Negara yang memiliki standar kualitas keadaan baik pun melakukan bahkan sampai lockdown,” ujar Komjen Agus.

“Jadi semua negara begitu bahwa di Inggris sudah. Di India juga, Prancis ribut. Amerika juga mulai komplain. Artinya masalah-masalah yang kita hadapi sekarang ini kalau bisa jangan sampai terjadilah di kita. Karena masalahnya bukan hanya di kita, tapi semua,” tambah Agus.

BACA JUGA  Lapas Lubuk Pakam Serahkan 133 Paket Sembako

Agus menuturkan, bahkan dalam Operasi Ketupat saat Ramadhan, Polri harus mengubah konsepnya. Hal ini baru pertama kali dilakukan Polri untuk mencegah larangan mudik. Namun, ia memastikan pihaknya telah siap secara matang.

“Bahkan operasi ketupat yang dilaksanakan kali ini karena ada larangan mudik berbeda cara bertindak dengan penanganan operasi ketupat yang selama kita laksanakan. Ini betul-betul berubah karena ada kaitan dengan larangan mudik. Jadi karena baru sekali ini terjadi,” ucapnya. (red)

BACA JUGA  Operasi Ketupat, Polres Nias Selatan Dirikan Pos Pengamanan

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

FGD Lemhannas RI: Kasrem 072/Pamungkas Tekankan Pentingnya Data Geospasial untuk Sistem Peringatan Dini
Imigrasi DIY Perkuat Kepatuhan Internal dan Integritas ASN, Tegaskan Gratifikasi Bukan Hal Biasa
Aklamasi, Mahmud Marhaba Terpilih Kembali Pimpin PJS
‎Menteri Agama Minta Jemaat GPT dan Gereja Oikoumene Tetap Beribadah, Stop Renovasi Chapel USU
Viral WNI Disekap di Myanmar, Minta Bantuan Pemerintah Segera Bebaskan Mereka
‘Aib’ Hotman Paris Dibuka Anaknya, Gara-gara Bela Febrie Adriansyah
Temui Sri Sultan, Fahri Hamzah Sebut Tata Kota DIY Layak Jadi Inspirasi Nasional
Soal Praktek Garenti di Karimun, Menteri Imipas: ‘Yang Pungut Agen Kapal, Bukan di Wilayah Kita’

Berita Lainnya

Kamis, 23 Juli 2026 - 04:08 WIB

FGD Lemhannas RI: Kasrem 072/Pamungkas Tekankan Pentingnya Data Geospasial untuk Sistem Peringatan Dini

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:49 WIB

Imigrasi DIY Perkuat Kepatuhan Internal dan Integritas ASN, Tegaskan Gratifikasi Bukan Hal Biasa

Rabu, 22 Juli 2026 - 06:35 WIB

Aklamasi, Mahmud Marhaba Terpilih Kembali Pimpin PJS

Rabu, 22 Juli 2026 - 00:27 WIB

‎Menteri Agama Minta Jemaat GPT dan Gereja Oikoumene Tetap Beribadah, Stop Renovasi Chapel USU

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:22 WIB

Viral WNI Disekap di Myanmar, Minta Bantuan Pemerintah Segera Bebaskan Mereka

Berita Terbaru