Labuhanbatu, TRIBRATA TV
Kesabaran warga Desa Sei Sitorus tampaknya sudah berada di ujung batas. Selama lebih dari satu tahun terakhir, jaringan internet dari Telkomsel di wilayah tersebut dikeluhkan sangat lambat alias “lelet”, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
Keluhan ini bukan sekadar isapan jempol. Warga mengaku kesulitan mengakses informasi, menjalankan usaha berbasis online, hingga anak-anak sekolah terganggu saat mengerjakan tugas yang membutuhkan koneksi internet.
“Sudah lama kami rasakan. Mau kirim pesan saja susah, apalagi buka aplikasi penting. Ini bukan lagi gangguan biasa, tapi sudah seperti pembiaran,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal, yang berdomisili di Sei Sitorus Desa Sei Jawi – Jawi Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara, Sabtu, (21/3/2026).
Kondisi ini dinilai sangat ironis, mengingat di era digital seperti sekarang, akses internet menjadi kebutuhan dasar. Namun, di Desa Sei Sitorus, sinyal justru seperti “barang mewah” yang sulit dinikmati secara layak.
“Jangankan jauh dari Tower, sedang di area bawah Tower saja lelet,” ujar warga.
Warga menilai pihak Telkomsel terkesan tutup mata terhadap persoalan ini. Padahal, sebagai salah satu operator terbesar di Indonesia, Telkomsel seharusnya mampu memberikan layanan yang maksimal, termasuk di wilayah pedesaan.
Terlebih Sekolah Menengah Negeri (SMP) 3 Sei Sitorus tidak jauh dari lokasi Tower, yang sangat membutuhkan internet untuk mempermudah Proses Belajar Mengajar (PBM).
Sementara Tower berdiri dan sudah difungsikan lebih kurang sudah 12 tahun di Sei Sitorus Desa Jawi – Jawi.
“Kalau terus begini, kami merasa dianaktirikan. Kami juga pelanggan yang bayar, tapi layanan jauh dari kata memuaskan,” tambah warga lainnya.
Sementara Atan Kelana Harahap, yang tinggal berjarak 10 meter dari tower Telkomsel mengaku pernah dijanjikan kompensasi bilamana ada alat elektronik yang rusak akibat gangguan petir. “Namun pernah disurati warga yang diketahui Kepala Desa Jawi – Jawi minta kompensasi kerusakan alat elektronik warga melalui penjaga tower namun tidak digubris,” ungkapnya.
Tak hanya itu, dampak jaringan lelet juga merembet ke sektor ekonomi. Pelaku usaha kecil yang mulai beralih ke pemasaran digital terpaksa kembali ke cara konvensional karena keterbatasan jaringan.
Warga pun mendesak agar Telkomsel segera turun tangan melakukan perbaikan serius, bukan sekadar janji tanpa realisasi. Mereka meminta adanya peningkatan kualitas jaringan atau penambahan infrastruktur agar masalah ini tidak terus berlarut.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat terhadap layanan Telkomsel akan semakin tergerus. (Kholik Saragih)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









