Yogyakarta, TRIBRATA TV
Universitas Gadjah Mada (UGM) merespons kabar penjualan rumah peninggalan Prof. Dr. Sardjito, rektor pertama UGM sekaligus Pahlawan Nasional, dengan menggandeng Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) untuk mengupayakan pemanfaatan rumah bersejarah tersebut bagi kegiatan akademik dan sosial.
Rektor UGM, Ova Emilia, mengatakan pihak kampus menghormati nilai sejarah dan jasa para pendiri institusi, termasuk Prof. Dr. Sardjito yang memimpin UGM sejak universitas itu berdiri.
“UGM tengah berupaya untuk memanfaatkan rumah tersebut untuk kegiatan akademik dan sosial sehingga mampu merekognisi nilai sejarah atas rumah itu. Upaya-upaya tersebut sedang dilakukan dengan menggandeng KAGAMA,” kata Ova Emilia dalam keterangan tertulis yang diterima TRIBRATA.TV Yogyakarta,Rabu (20/5/2026).
UGM belum merinci bentuk konkret kerja sama dengan KAGAMA, termasuk kemungkinan pembelian rumah yang kini dikabarkan akan dijual oleh ahli waris keluarga Prof. Sardjito.
Rumah bergaya jengki yang berada di kawasan Jalan Cik Di Tiro, Terban, Kota Yogyakarta, itu memiliki luas sekitar 1.000 meter persegi dan menyimpan berbagai peninggalan bersejarah milik Prof. Sardjito. Di dalam rumah tersebut masih terdapat furnitur kayu lama, koleksi keris, serta dokumentasi foto kunjungan sejumlah tokoh nasional.
Beberapa tokoh yang fotonya masih tersimpan di rumah tersebut antara lain Presiden pertama RI Soekarno, Wakil Presiden pertama RI Mohammad Hatta, serta Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Kabar penjualan rumah itu mencuat setelah video iklan properti tersebut beredar di media sosial pada pertengahan Mei 2026. Ahli waris disebut memutuskan menjual rumah tersebut guna menghindari potensi persoalan pengelolaan warisan di kemudian hari.
Meski demikian, keluarga berharap rumah bersejarah itu dapat dimiliki atau dimanfaatkan oleh pihak yang mampu menjaga nilai historis dan warisan perjuangan Prof. Sardjito.
UGM menyatakan tetap menghormati keputusan keluarga sebagai pemilik sah rumah tersebut. Kampus juga menegaskan komitmennya untuk menjaga dan merekognisi warisan sejarah yang melekat pada sosok Prof. Sardjito dalam perjalanan institusi pendidikan tersebut.
Prof. Dr. Sardjito dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah pendidikan dan kesehatan Indonesia. Selain menjadi rektor pertama UGM, namanya juga diabadikan menjadi nama rumah sakit pendidikan milik UGM, yakni Rumah Sakit Akademik UGM dan RSUP Dr. Sardjito.(Didik)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









