Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam Rp80,85 Juta, Warga Diimbau Waspadai El Nino dan Angin Kencang

- Editorial Team

Jumat, 24 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sleman,TRIBRATA.TV – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyalurkan bantuan stimulan bagi warga terdampak bencana cuaca ekstrem di wilayah Sleman Timur. Bantuan senilai Rp80.850.000 tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya, di Kantor Kalurahan Tamanmartani, Kalasan, Kamis (23/7/2026).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan bantuan diberikan secara bertahap kepada masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana alam.

“Untuk wilayah Sleman Timur yang meliputi Tamanmartani, Kalasan, Jogotirto, dan Selomartani terdapat 50 penerima bantuan. Sementara penyerahan bantuan bagi wilayah Sleman Barat dan Sleman Tengah dijadwalkan pada 27 Juli di Ruang Rapat Sembada,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, nilai bantuan yang disalurkan pada tahap ini mencapai Rp80.850.000. Dengan penyaluran tersebut, total bantuan stimulan korban bencana alam yang telah diberikan Pemkab Sleman hingga saat ini mencapai Rp292.700.000.

Menurut Bambang, bantuan yang diberikan pemerintah merupakan bantuan stimulan untuk meringankan beban masyarakat, bukan sebagai pengganti seluruh kerugian akibat bencana.

“Bantuan ini sifatnya stimulan, bukan ganti rugi penuh. Harapannya dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam memperbaiki rumah maupun atap yang rusak akibat bencana,” katanya.

Selain menyerahkan bantuan, BPBD Sleman juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Bambang menjelaskan, wilayah Sleman diperkirakan menghadapi anomali cuaca akibat fenomena El Nino yang dipengaruhi angin muson Australia yang cenderung kering. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih panjang, puncak kemarau bergeser dari Agustus menjadi September, serta awal musim hujan 2026/2027 mundur hingga November atau awal Desember.

Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi angin kencang yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sleman.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Sleman Harda Kiswaya menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat langkah mitigasi bencana.

Ia juga meminta BPBD dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat saat terjadi angin kencang.

“Saya minta perangkat daerah terkait, khususnya BPBD dan DLH, melakukan pemangkasan pohon-pohon yang memang berpotensi membahayakan. Namun pelaksanaannya tetap harus memperhatikan aspek pelestarian lingkungan dan tidak dilakukan secara sembarangan,” tegas Harda.

Pemkab Sleman berharap bantuan stimulan yang disalurkan dapat mempercepat pemulihan warga terdampak bencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem selama musim kemarau.(Dik.)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Mobil Operasional Brimob Terserempet KA Bandara di Bantul, Perjalanan Sempat Tersendat
Diduga Bawa Celurit, Rombongan Debt Collector Geruduk Rumah Warga di Bantul, Polisi Datangi TKP
BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Wates Karangwuni, Usai Dugaan Insiden Program Makan Bergizi Gratis
Festival Sastra Yogyakarta 2026 Resmi Dibuka, Sayembara Puisi Nasional Berhadiah Jutaan Rupiah Dimulai
115 Siswa SMPN 3 Wates Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis, 27 Dirawat di Puskesmas
Cakupan BPJS Ketenagakerjaan Sleman Tertinggi di DIY, Sudah Lindungi 195 Ribu Pekerja
Ribuan Warga DIY Padati Nobar Final Piala Dunia 2026 di JEC, Danrem 072/Pamungkas: Mari Jaga Persatuan
Hadiri Hari Jadi ke-78 Kalurahan Sinduadi, Bupati Sleman Ajak Warga Perkuat Sinergi Pembangunan

Berita Lainnya

Jumat, 24 Juli 2026 - 05:23 WIB

Pemkab Sleman Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam Rp80,85 Juta, Warga Diimbau Waspadai El Nino dan Angin Kencang

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:56 WIB

Mobil Operasional Brimob Terserempet KA Bandara di Bantul, Perjalanan Sempat Tersendat

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:33 WIB

Diduga Bawa Celurit, Rombongan Debt Collector Geruduk Rumah Warga di Bantul, Polisi Datangi TKP

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:56 WIB

BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Wates Karangwuni, Usai Dugaan Insiden Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:57 WIB

Festival Sastra Yogyakarta 2026 Resmi Dibuka, Sayembara Puisi Nasional Berhadiah Jutaan Rupiah Dimulai

Berita Terbaru