Yogyakarta,TRIBRATA.TV — Lampah Budaya Mubeng Beteng 2026 resmi dimulai pada Rabu malam dengan diikuti ribuan peserta yang menjalani tradisi tapa bisu mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta. Prosesi diawali dengan pembacaan tembang Macapat yang sarat nilai filosofi, nasihat kehidupan, serta doa sebagai bagian dari rangkaian tradisi menjelang peringatan Tahun Baru Jawa.
Peserta yang terdiri dari masyarakat umum, abdi dalem, dan berbagai unsur pendukung budaya tampak mulai melangkahkan kaki dari Kagungan Dalem Kamandungan Lor. Selama perjalanan, seluruh peserta menjalani tapa bisu atau berjalan tanpa berbicara sebagai bentuk refleksi diri, pengendalian batin, dan penghayatan spiritual.
Lampah Budaya Mubeng Beteng merupakan tradisi tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian budaya Keraton Yogyakarta. Dalam pelaksanaannya, peserta berjalan mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta melalui rute yang telah ditetapkan sebelum kembali ke Kagungan Dalem Kamandungan Lor sebagai titik akhir perjalanan.
Suasana khidmat menyelimuti jalannya prosesi sejak awal pemberangkatan. Tidak terdengar percakapan di sepanjang barisan peserta yang bergerak perlahan menyusuri kawasan benteng keraton. Kondisi tersebut mencerminkan makna utama tapa bisu, yakni mengajak setiap individu melakukan introspeksi serta merenungkan perjalanan hidup dalam suasana hening.
Pembacaan tembang Macapat yang mengawali kegiatan menjadi simbol pengingat akan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan melalui budaya Jawa. Syair-syair yang dilantunkan berisi pesan moral, ajaran kebijaksanaan, serta doa yang diharapkan menjadi bekal bagi peserta dalam menjalani laku budaya tersebut.
Selain menjadi tradisi spiritual dan budaya, Mubeng Beteng juga menjadi momentum pelestarian warisan budaya yang terus dijaga oleh Keraton Yogyakarta bersama masyarakat. Kegiatan ini setiap tahun menarik perhatian warga maupun wisatawan yang ingin menyaksikan secara langsung salah satu tradisi khas Yogyakarta yang masih lestari hingga kini.
Prosesi Lampah Budaya Mubeng Beteng 2026 diperkirakan berlangsung hingga seluruh peserta menyelesaikan perjalanan mengelilingi benteng keraton dan kembali ke Kagungan Dalem Kamandungan Lor. Panitia dan petugas terkait turut melakukan pengamanan serta pengaturan jalur guna memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









