Temuan Lingga Prasasti Mataram Kuno di Klaten Dipindahkan ke Museum untuk Kajian

- Editorial Team

Selasa, 16 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klaten,TRIBRATA.TV — Lingga prasasti peninggalan era Mataram Kuno yang ditemukan di Gang Dukuh Jogodayoh Lor, Desa Gumulan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, akan direlokasi ke Museum Klaten dalam pekan ini. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan benda cagar budaya sekaligus mendukung upaya penelitian dan edukasi publik.

Pamong Budaya Ahli Pertama Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten, Wiyan Ari Tanjung, mengatakan keputusan relokasi diambil setelah dilakukan peninjauan lapangan bersama tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Tengah.

“Setelah kemarin kami melakukan tinjauan ke lokasi, untuk pengamanan lingga prasasti akan dibawa ke museum sebagai koleksi sekaligus bahan edukasi masyarakat,” ujar Tanjung, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, proses pemindahan akan dilaksanakan dalam waktu dekat setelah berkoordinasi dengan warga setempat. Lingga prasasti tersebut nantinya menjadi salah satu koleksi penting di Museum Klaten.

“Untuk sementara ini akan menjadi koleksi pertama berupa lingga prasasti di Museum Klaten. Kami juga sudah berkomunikasi dengan warga terkait rencana relokasi,” katanya.

Pemilik rumah tempat ditemukannya lingga, Yanti, menyatakan tidak keberatan apabila benda bersejarah tersebut dipindahkan ke museum. Ia menilai penyimpanan di museum akan membuat artefak tersebut lebih terawat dan memiliki nilai manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

“Silakan dibawa ke museum, tidak masalah. Di sini hanya diletakkan begitu saja dan kurang terawat. Kalau di museum bisa dimanfaatkan untuk edukasi,” ujar Yanti.

Yanti menjelaskan batu lingga itu telah berada di lingkungan keluarganya sejak zaman kakeknya, Mbah Amat. Dahulu batu tersebut digunakan sebagai penyangga padasan atau tempat penampungan air di depan kamar mandi rumah.

“Dulu posisinya berdiri di depan kamar mandi sebagai penyangga padasan. Setelah rumah dibangun ulang, batu itu digeser dan hanya diletakkan di lokasi sekarang,” tuturnya.

Sementara itu, tim BPK Jawa Tengah yang terdiri dari pamong budaya dan ahli epigraf telah melakukan dokumentasi, pengukuran, serta kajian awal terhadap artefak tersebut.

Pamong Budaya Ahli Pertama BPK Jawa Tengah, Harun Al Rasyid, mengatakan tim turun ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai keberadaan lingga prasasti tersebut.

“Kami melakukan dokumentasi, pengukuran, deskripsi objek, dan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Klaten. Selain itu, tim juga melibatkan ahli epigraf untuk membaca dan mengidentifikasi inskripsi yang terdapat pada batu,” kata Harun.

Hasil pengukuran menunjukkan lingga tersebut memiliki tinggi 82 sentimeter dengan diameter 34 sentimeter. Bagian alas berbentuk kubus berukuran 32 x 32 sentimeter. Adapun tinggi aksara yang terukir pada permukaan batu mencapai 3,5 sentimeter dengan panjang tulisan sekitar 34 sentimeter.

Berdasarkan kajian awal, tulisan pada lingga menggunakan aksara Jawa Kuno yang diperkirakan berasal dari masa Mataram Kuno sekitar abad ke-9 hingga ke-10 Masehi.

“Dari bentuk ejaan dan karakter hurufnya, tulisan ini memiliki kemiripan dengan prasasti bertuliskan ‘Palyangan’. Karakter aksaranya menunjukkan periode Mataram Kuno akhir,” jelas Harun.

Ahli epigraf BPK Jawa Tengah, Yoses Tanzaq, menyebut hasil pembacaan sementara menunjukkan tulisan pada lingga berbunyi “Palyangan”. Menurutnya, bentuk aksara yang cenderung kotak menjadi indikasi bahwa prasasti tersebut kemungkinan berasal dari masa Medang akhir atau periode peralihan menuju Jawa Timur.

“Hasil pembacaan sementara menunjukkan tulisan ‘Palyangan’. Aksaranya Jawa Kuno, kemungkinan berasal dari era Mataram Kuno atau Medang akhir. Kami masih akan membandingkannya dengan prasasti-prasasti pada masa Mpu Sindok maupun Airlangga,” ujar Yoses.

Ia menambahkan, temuan lingga dengan karakter huruf kotak seperti itu tergolong langka di wilayah Klaten yang selama ini dikenal sebagai kawasan inti perkembangan awal Kerajaan Medang atau Mataram Kuno.

“Jika di Jawa Timur bentuk aksara seperti ini cukup banyak ditemukan, tetapi untuk wilayah Klaten ini menjadi temuan yang sangat menarik dan sejauh ini baru pertama kali kami jumpai. Karena itu kajian lebih lanjut masih diperlukan,” katanya.

Relokasi lingga prasasti ke Museum Klaten diharapkan tidak hanya menjamin kelestarian artefak bersejarah tersebut, tetapi juga membuka peluang penelitian lebih mendalam mengenai sejarah perkembangan peradaban Mataram Kuno di wilayah Klaten dan sekitarnya.(Dik.)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun Kosong Belangwetan
Kantor DPC PPP Wonosobo Disegel Kader dan GPK, Tolak SK DPP Penunjukan Ketua Baru
Kirab Pager Banyu di Kemalang Klaten Jadi Gerakan Konservasi Air dan Pelestarian Hutan Merapi
Lingga Bertulis Aksara Jawa Kuno Abad IX Ditemukan di Klaten, Diduga Penanda Wilayah Kuno
Bekas Pabrik Kopi Bojong Rejo Jadi Marshalling Area Yon TP Temanggung, Ini Penjelasan Dandim
Sempat Terhenti, 31 SPPG Magelang Kembali Normal Mulai Rabu
Dua Tahun Menanti KK, Warga Temboro Terjebak Birokrasi Desa; DPRD Akui Komunikasi dengan Perangkat Tersendat
Puluhan Tokoh Pemuda Madusari Tuntut Realisasi Pembangunan Lapangan Terdampak Proyek KDMP

Berita Lainnya

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:13 WIB

Temuan Lingga Prasasti Mataram Kuno di Klaten Dipindahkan ke Museum untuk Kajian

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:53 WIB

Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun Kosong Belangwetan

Selasa, 16 Juni 2026 - 08:58 WIB

Kantor DPC PPP Wonosobo Disegel Kader dan GPK, Tolak SK DPP Penunjukan Ketua Baru

Senin, 15 Juni 2026 - 08:06 WIB

Kirab Pager Banyu di Kemalang Klaten Jadi Gerakan Konservasi Air dan Pelestarian Hutan Merapi

Minggu, 14 Juni 2026 - 13:28 WIB

Lingga Bertulis Aksara Jawa Kuno Abad IX Ditemukan di Klaten, Diduga Penanda Wilayah Kuno

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

Jelang HUT Bhayangkara, Polres Bantaeng Gelar Jalan Santai dan Senam

Selasa, 16 Jun 2026 - 10:50 WIB