Toba, TRIBRATA TV
Ribuan turunan Raja Sibarani menggelar pesta peresmian Tugu Raja Sibarani di Desa Sibarani Nasampulu Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba selama dua hari, Jumat-Sabtu (12-13/7/2024).
Mendirikan sebuah tugu marga Batak merupakan suatu penghargaan tertinggi dan kebanggaan dalam pesta adat Batak.
Hadir para turunan Raja Sibarani dan istrinya Runggu Haomason Sirait dari seluruh Indonesia bahkan dunia. Sebagai Penatua Adat atau Partalitali Bonang, Tahan Sibarani (Ompu Catherine).
Ketua Panitia, Laurensius Sibarani mengucapkan selamat datang kepada ribuan keturunan Raja Sibarani, boru dan bere dari seluruh Indonesia dan dunia.
“Puji Tuhan kita ucapkan atas selesainya pembangunan tugu leluhur Raja Sibarani,” katanya, Sabtu (14/7/2024).

Dikatakannya, tugu ini mulai dibangun pada tahun 2018, namun karena Covid-19 melanda dunia, pembangunannya sempat terhenti. Baru tahun 2023, pembangunannya bisa dilanjutkan lagi hingga selesai di Bulan Juli 2024.
“Pembangunan Tugu Raja Sibarani menelan biaya Rp1,9 miliar dengan sumbangan yang masuk dari seluruh donatur mencapai Rp1,84 miliar. Terimakasih kepada Tulang atau Hula-hula kami Raja Sirait dan rombongan,” katanya lagi.
Sementara arsitek tugu ini, Heppy Liston Sibarani mengatakan pekerjaan pembangunan ‘tugu ni ompu nami Tugu Raja Sibarani’ dilanjutkan sejak 01 November 2023 dan selesai tanggal 08 Juli 2024.
“Tugu ini memiliki tinggi 25 meter hingga ke puncak dengan jumlah 7 lantai dan 75 anak tangga. Lantai dasar/ basement diperuntukkan sebagai Rumah Doa, lantai 2 merupakan tempat “Saring-saring ni Ompu Raja Sibarani dohot Soripadana Runggu Haomasan Br.Sirait sekaligus juga pelataran,” ujarnya.
Kemudian di lantai 3 sampai lantai 6 merupakan bordes tempat penatapan, lantai 7 menjadi pelataran puncak dan sebagai tempat penatapan.
“Puncak tugu bergambar Cawan emas yang merupakan simbol media Tonggo-tonggo/Doa menggambarkan ompung kami Raja Sibarani adalah orang yang rajin berdoa kepada Tuhan sehingga kami keturunan Ompu Raja Sibarani diberkati Tuhan,”tutup Heppy Liston Sibarani.
Sedang Partalitali Bonang (Penatua Adat), Tahan Sibarani berterimakasih berkat kerja keras semua panitia pembangunan tugu ini bisa terselesaikan
“Inilah berkat yang luar biasa bagi semua keturunan Raja Sibarani di seluruh dunia. Terkhusus tulang atau hula-hula Raja Sirait beserta rombongan dan terkhusus juga Hula-hula saya Raja Pardede yang hadir,” kata pengusaha di Papua ini.
Ada seperti peribahasa Batak mengatakan, ‘Martahuak manuk ditoruni bara ruma, napantun marnatoras ido halak namartua,’. Artinya Ayam berkokok di kolong rumah, yang sopan kepada orangtua adalah orang yang berbahagia. “Jadi hormatlah kepada orangtua semua keturunan Raja Sibarani,”tutup Tahan.
Hari kedua pesta, digelar Manjalo haroroni hula-hula, Marsigabe-gabe, Tortor, ramah tamah dan hiburan artis trio Batak.
Tampak hadir Bupati Toba Poltak Sitorus, Kapolres Toba AKBO Wahyu Indrajaya serta seluruh rombongan tamu dari dalam dan luar kota.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








