Aksi Massa di Gejayan Yogyakarta Berakhir Damai, Lalu Lintas Kembali Normal Pukul 19.30 WIB

- Editorial Team

Sabtu, 13 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sleman, TRIBRATA TV

Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi unjuk rasa di Simpang Tiga Jalan Affandi (Pertigaan Gejayan), Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026). Dalam aksi tersebut, peserta menyuarakan tuntutan pengunduran diri Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta menyampaikan 10 tuntutan yang mereka sebut sebagai respons terhadap berbagai persoalan nasional.

Pantauan di lokasi menunjukkan massa mulai memadati kawasan Gejayan sejak siang hari. Dengan mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol perlawanan, para peserta membawa spanduk, poster, dan berbagai atribut aksi yang berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Sebuah mobil pikap digunakan sebagai mimbar orasi. Secara bergantian, perwakilan mahasiswa, akademisi, buruh, guru, ibu rumah tangga, peneliti, hingga pengemudi ojek online menyampaikan pandangan dan tuntutan mereka di hadapan peserta aksi.

BACA JUGA  Tolak Masa Jabatan Presiden Ditambah, Mahasiswa Demo ke DPRD Kepri

Sekitar pukul 15.50 WIB, massa telah memenuhi area persimpangan Gejayan. Kepolisian kemudian melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup akses kendaraan menuju simpang dari arah utara, barat, dan selatan guna mengantisipasi kepadatan serta menjaga keamanan jalannya aksi.

Akibat penutupan tersebut, arus kendaraan dialihkan ke sejumlah jalur alternatif di sekitar kawasan Depok dan Jalan Affandi. Sejumlah petugas kepolisian tampak berjaga di titik-titik pengalihan arus untuk mengatur lalu lintas dan menghindari kemacetan yang lebih luas.

Perwakilan Aliansi Rakyat Memanggil, Marsinah, dalam orasinya menyampaikan bahwa aksi digelar sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang dinilai belum mengalami perbaikan signifikan.

Menurutnya, berbagai kelompok masyarakat yang terlibat dalam aksi memiliki keresahan yang sama terkait meningkatnya beban hidup, kondisi ketenagakerjaan, serta sejumlah kebijakan publik yang dianggap belum berpihak kepada rakyat.

BACA JUGA  Polri Pastikan Langkah Terukur dan Sesuai Aturan dalam Atasi Aksi Anarkis

“Aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang menilai pemerintah belum mampu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi rakyat,” ujarnya saat menyampaikan orasi.

Sepanjang aksi berlangsung, massa secara bergantian menyampaikan tuntutan dan melakukan mimbar bebas. Situasi di lokasi terpantau kondusif meskipun arus lalu lintas di kawasan Gejayan sempat mengalami gangguan akibat penutupan jalan.

Berdasarkan pantauan TRIBRATA.TV di lapangan, aksi unjuk rasa berakhir sekitar pukul 19.30 WIB. Massa secara bertahap membubarkan diri setelah rangkaian orasi dan penyampaian tuntutan selesai dilakukan.

Setelah peserta aksi meninggalkan lokasi, aparat kepolisian membuka kembali akses jalan yang sebelumnya ditutup. Arus lalu lintas di Simpang Gejayan dan ruas jalan di sekitarnya berangsur normal.

Hingga aksi berakhir, kegiatan penyampaian pendapat di muka umum tersebut berlangsung relatif tertib dan tidak dilaporkan adanya insiden menonjol. Aparat keamanan tetap melakukan pemantauan hingga seluruh peserta meninggalkan kawasan aksi.

BACA JUGA  Lanjutan Pembangunan GOR Asahan Disoal Mahasiswa, Disporapar Didatangi Massa

Aksi Aliansi Rakyat Memanggil di Gejayan menjadi salah satu agenda unjuk rasa yang menyita perhatian publik di Yogyakarta pada Sabtu (13/6/2026), dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat yang menyuarakan kritik dan tuntutan terhadap pemerintah pusat.(Dik.)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

UGM Pastikan Kebakaran Misterius di Rumah Warga Seyegan Bukan Akibat Gas Alam, Temukan Jejak Resin PVC
Massa Aliansi Rakyat Memanggil Tetap Gelar Aksi di Gejayan,Meski Sudah Lewat Jam 18.00
Ratusan Massa Padati Pertigaan Colombo Sleman, Kritik Kebijakan Pemerintah Warnai Aksi Demonstrasi
Hari Anak Nasional 2026, Wabup Sleman Ajak Anak Kurangi Gadget dan Perkuat Karakter Lewat Permainan Tradisional
Pasar Unggas Kepek Gunungkidul Akan Dibongkar, Pedagang Khawatir Kehilangan Pembeli
Bupati Sleman Bahas Dukungan PT Ithaca Resources untuk PSS Sleman
Dugaan Pungutan Rp1,75 Juta di MTsN 9 Bantul Viral, Kepala Sekolah Bantah
Misteri Kebakaran Berulang di Sleman Belum Terpecahkan, Warga Gelar Doa Bersama Saat Peneliti Lanjutkan Investigasi
Tag :

Berita Lainnya

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:35 WIB

Aksi Massa di Gejayan Yogyakarta Berakhir Damai, Lalu Lintas Kembali Normal Pukul 19.30 WIB

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:14 WIB

UGM Pastikan Kebakaran Misterius di Rumah Warga Seyegan Bukan Akibat Gas Alam, Temukan Jejak Resin PVC

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:32 WIB

Massa Aliansi Rakyat Memanggil Tetap Gelar Aksi di Gejayan,Meski Sudah Lewat Jam 18.00

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:50 WIB

Ratusan Massa Padati Pertigaan Colombo Sleman, Kritik Kebijakan Pemerintah Warnai Aksi Demonstrasi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:45 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Wabup Sleman Ajak Anak Kurangi Gadget dan Perkuat Karakter Lewat Permainan Tradisional

Berita Terbaru