Sleman,TRIBRATA.TV – Keluarga pemilik rumah yang mengalami kebakaran berulang secara misterius di Padukuhan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, menggelar yasinan dan doa bersama pada Kamis (11/6/2026) malam. Kegiatan tersebut melibatkan warga sekitar sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah proses penelitian yang masih berlangsung untuk mengungkap penyebab kemunculan api.
Pemilik rumah, Mutviana, menegaskan bahwa keluarganya menempuh dua pendekatan secara bersamaan, yakni upaya ilmiah dan religius. Menurut dia, doa bersama tidak hanya menjadi sarana memohon perlindungan kepada Tuhan, tetapi juga memberikan ketenangan kepada masyarakat yang selama beberapa pekan terakhir dihantui kemunculan api misterius.
“Ilmiahnya tetap jalan, religiusnya juga. Adanya doa bersama ini memberikan penjelasan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Mutviana.
Hingga memasuki hari ke-21 sejak kemunculan api pertama, Mutviana mencatat sedikitnya 125 kejadian kebakaran terjadi di rumahnya. Dalam satu hari terakhir, api kembali muncul satu kali. Meski intensitas kemunculan api berfluktuasi, peristiwa tersebut terus berulang dan menimbulkan keresahan di lingkungan sekitar.
Mutviana menjelaskan, api lebih sering muncul di bagian dalam rumah. Namun, dalam beberapa kesempatan, kobaran api juga muncul di area luar bangunan. Kondisi tersebut membuat keluarga dan warga sekitar terus meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kebakaran yang lebih besar.
Di sisi lain, sejumlah lembaga akademik dan penelitian terus mendalami fenomena tersebut. Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah melakukan serangkaian pengamatan serta pengujian di lokasi kejadian.
Hasil sementara menunjukkan adanya perbedaan dugaan terkait sumber api. Tim UGM mengarah pada kemungkinan keberadaan gas hidrogen yang memicu kebakaran spontan, sedangkan tim UPN Veteran Yogyakarta menduga gas metana menjadi faktor utama di balik kemunculan api berulang tersebut. Meski demikian, para peneliti masih mengumpulkan data dan belum menyimpulkan penyebab pasti fenomena tersebut.
Sementara itu, warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku masih menyimpan kekhawatiran. Khaira Putri Rahma Dewi, tetangga yang rumahnya berjarak dua bangunan dari kediaman Mutviana, mengaku cemas apabila api menyebar ke rumah-rumah lain di kawasan tersebut.
“Ya takut kalau menyebar apinya,” ujar Khaira.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Beberapa hari sebelumnya, api muncul di bagian belakang rumah kontrakan yang ditempatinya. Saat kejadian berlangsung, Khaira tengah tertidur. Api kemudian membakar handuk yang sedang dijemur di area belakang rumah.
Peristiwa tersebut memperkuat kekhawatiran warga mengenai potensi meluasnya kebakaran. Karena itu, warga berharap tim peneliti segera menemukan sumber kemunculan api sehingga risiko kebakaran dapat ditekan dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
Hingga kini, fenomena kebakaran berulang di Margomulyo masih menjadi perhatian warga, pemerintah setempat, dan kalangan peneliti. Selain menjaga kewaspadaan di lingkungan sekitar, masyarakat menunggu hasil investigasi ilmiah yang diharapkan mampu mengungkap penyebab pasti kemunculan api yang telah terjadi ratusan kali dalam kurun waktu tiga pekan terakhir.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online







