Asahan, TRIBRATA TV
Sejumlah warga di 3 desa, Desa Silo Bonto, Desa Pematang Sei Baru, keduanya masuk di Kecamatan Silo Laut dan Desa Lubuk Palas Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan terjangkit wabah penyakit kulit.
Diduga, penyebabnya karena sungai yang mengalir di 3 desa tersebut telah tercemar. “Dari air sungai bang. Gitu kena (air) langsung gatal gatal,” aku M Yamin (61), warga Desa Pematang Silo Baru pada wartawan, Kamis (12/01/2022).
Didampingi Hasim Sambas, Rusli Hasim dan Zainudin, keempatnya warga yang sama, Yamin mengaku apa yang dialaminya itu sudah berlangsung lebih dari 3 bulan terakhir.
Diakui Yamin, meski telah berobat ke Puskesmas, namun penyakit yang dialaminya tidak kunjung sembuh secara permanen.
“Kalau makan obat, sembuh. Tapi kalau tidak, ya kambuh lagi. (sakit) rasanya ngeri, sampai ke ulu hati nahankan. Pake salep (obat oles,res) juga kadang-kadang, beli ke toko obat,” akunya seraya menghunjuk pergelangan tangannya yang terkena bintik-bintik merah.
Senada dengan Yamin, Zainudin, warga sekaligus pemilik warung yang berada persis di pinggir aliran sungai mengaku, penyakit kulit yang mewabah di kampungnya itu terjadi usai banjir besar dan jebolnya bendungan di bagian hulu sungai, beberapa waktu lalu.
“Sejak banjir besar sama jebol bendungan di Desa Lubuk Palas kemaren. Selain tangan sama kaki, leherku ini lebih parah bang. Ngeri gatalnya. Kami minta ya pemerintah segera datang ke kampung kami, jangan sampe nanti malah makin parah,” pintanya.
“Takutnya bukan cuma penyakit kulit, tapi keracunan seperti kejadian di Desa Lubuk Palas tahun 2019 lalu. Karna bukan tidak mungkin itu terjadi kan bang…?,” timpal Hasim Sambas diamini warga yang lain.
Disinggung kemungkinan penyebab air sungai tercemar hingga menimbulkan wabah penyakit kulit, meski tidak bisa memastikan, namun keempatnya mengaku di bagian hulu sungai ada sejumlah pabrik pengolahan kelapa.
“Kita gak tau apa karena pabrik itu buang limbah ke sungai atau tidak, kita gak bisa mastikan. Tapi beberapa waktu lalu, (pabrik) Natani Koko ketangkap sama warga, buang limbah, dibawa pake mobil box. Sempat ribut. Tapi kalau sekarang masih buang limbah juga, gak tau lah,” ucap mereka kompak.
“Sudah saya sampaikan tadi siang sama Kepala Desa pas ada Musrenbang. Di situ juga ada orang Kecamatan,” ucap Muhamad Yamin, Ketua BPD Desa Pematang Silo Baru menambahi.
“Iya bg dampak banjir berkepanjangan di desa kami. Secara dampak tentunya mempengaruhi la bg,kerna kondisi air di kebun tak pernah kering dalam kurun waktu 3 tahun belakangan ini. Kl dampak dari faktor lain saya kurang tau,” jawab Kades Pematang Silo Baru Hermasnyah Putra dikonfirmasi via WA.
“Ia nanti di cek kesana bang,” jawab Agus Jaka Putra Ginting, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Asahan dimintai tanggapannya, sekira pukul 16.00 WIB melalui pesan Whatsapp. (Go
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








