Sanggau, TRIBRATA TV
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, bersama Bupati Sanggau Yohanes Ontot, meresmikan Rumah Betang Bidayuh Labak Nyeru di Dusun Sontas Desa Entikong Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau, pada Selasa (11/11/2025).
Prosesi adat pembukaan dilakukan dengan pemotongan bambu dan pemecahan telur ayam di dalam wadah khusus, sebagai simbol doa dan harapan keselamatan.
Kegiatan dihadiri jajaran Forkopimda Provinsi Kalbar dan Kabupaten Sanggau, di antaranya Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial dan SDM Alexander Rombongan, pejabat Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta perwakilan Bank Kalbar, BPPD, PLBN Entikong, unsur TNI-Polri, dan tokoh adat Dayak.
Turut hadir AKP Mujiono, perwakilan Danramil dan Satgas Pamtas RI–Malaysia, Camat Entikong Yulius Eka Suhendra, serta sejumlah organisasi masyarakat dan paguyuban lintas etnis di wilayah perbatasan.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menegaskan peresmian Rumah Betang ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum penting untuk memperkuat jati diri dan nilai-nilai luhur masyarakat Dayak yang diwariskan turun-temurun.
“Rumah Betang bukan hanya bangunan fisik, melainkan simbol persatuan dan kebersamaan. Di sinilah adat dijaga, keputusan dimusyawarahkan, dan generasi muda dibentuk agar tetap berakar pada budayanya,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai wilayah perbatasan, Entikong merupakan beranda terdepan NKRI yang merepresentasikan wajah bangsa di hadapan negara tetangga. Karena itu, pelestarian budaya lokal menjadi bentuk keteguhan identitas masyarakat Kalimantan Barat.
“Rumah Betang Bidayuh Labak Nyeru harus menjadi pusat kebudayaan, ruang musyawarah, dan simbol persaudaraan yang abadi,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sanggau Yohanes Ontot menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan rumah adat tersebut.
“Rumah Betang Bidayuh Labak Nyeru bukan sekadar simbol budaya, tetapi juga sarana pemersatu masyarakat Dayak di Entikong,” kata Ontot.
Ia berharap Rumah Betang dapat menjadi pusat kegiatan adat, budaya, dan pendidikan generasi muda, sekaligus mempererat kebersamaan di tengah keberagaman etnis di wilayah perbatasan.
Usai sambutan, Wagub Kalbar dan Bupati Sanggau menyerahkan bantuan secara simbolis kepada panitia penyelenggara sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian adat dan budaya Dayak.
Ketua DAD Kecamatan Entikong, Antonius Angeu, menegaskan Rumah Betang merupakan jantung kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Dayak Bidayuh.
“Di sinilah nilai-nilai luhur adat diwariskan, musyawarah dilaksanakan, dan ikatan kekeluargaan diperkuat. Rumah Betang ini akan menjadi benteng budaya di tengah arus globalisasi,” ujarnya.
Peresmian diakhiri dengan pemukulan gong oleh Wakil Gubernur Kalbar, dan penandatanganan prasasti oleh Bupati Sanggau sebagai tanda dimulainya pemanfaatan Rumah Betang Bidayuh Labak Nyeru secara resmi di kecamatan Entikong. (Syamsumen)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









