Hasanul Arifin Nasution: Dari Afdeling ke Pusat Komando Sawit Negara

- Editorial Team

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Oleh: Abner Hasan Pasaribu

​Hamparan luas perkebunan kelapa sawit di Labuhanbatu Selatan bukan sekadar deretan pohon produktif, melainkan sebuah ekosistem ekonomi yang membutuhkan ketangkasan manajerial tingkat tinggi.

Di balik operasional yang masif ini, sosok pemimpin lapangan yang visioner menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan aset strategis negara.

​Di tengah ritme produksi itu, seorang lelaki dengan pengalaman panjang di dunia perkebunan memegang kendali koordinasi wilayah.

Ia adalah Hasanul Arifin Nasution, S.P., General Manager (GM) Group I Sumatera Labuhanbatu (1GSL) di PT Perkebunan Nusantara IV (PalmCo) Regional I.

​Bagi Hasanul, perkebunan bukan sekadar industri. Ia adalah sistem kehidupan yang harus dijaga keseimbangannya antara produksi, manajemen manusia, dan hubungan dengan masyarakat sekitar.

​Sekolah Lapangan Bernama Afdeling:
​Karier Hasanul dimulai dari titik yang paling dasar dalam struktur perkebunan, Asisten Afdeling.

Di posisi ini, ia belajar memahami perkebunan secara utuh, dari pengelolaan tanaman hingga dinamika tenaga kerja di lapangan.

Afdeling, bagi banyak insan perkebunan, adalah “sekolah kehidupan” yang membentuk karakter seorang pemimpin.

​Di sana Hasanul belajar bahwa angka produksi tidak hanya bergantung pada kesuburan tanah atau kualitas pupuk, tetapi juga pada disiplin kerja serta manajemen manusia.

Pengalaman tersebut membawanya menapaki jenjang berikutnya sebagai Kepala Afdeling, sebelum akhirnya dipercaya memimpin unit kerja sebagai Manajer Kebun.

​Jejak Manajerial di PKS Aek Raso:
​Salah satu tonggak penting dalam perjalanan kariernya adalah ketika ia menjabat sebagai Manajer Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Aek Raso.

BACA JUGA  Jaga Kamtibmas Selama Ramadan, Kapolres Labusel Berdialog dengan MUI, Ormas dan OKP

Saat itu, unit tersebut masih berada di bawah naungan PTPN III. Di sana, ia mengasah keahlian teknis dan manajerial dalam mengawal proses pengolahan, memastikan setiap janjang buah yang masuk mampu menghasilkan rendemen yang optimal serta menjaga standar mutu minyak sawit mentah (CPO) perusahaan.

​Kini, seiring dengan transformasi besar di tubuh BUMN perkebunan, wilayah kerja tersebut telah berintegrasi menjadi bagian dari PTPN IV Regional I (PalmCo) di Labuhanbatu Selatan, tempat Hasanul kini mendedikasikan kepemimpinannya dalam skala yang lebih luas.

​Menyentuh Pusat Strategi: Traksi dan Infrastruktur
​Perjalanan kariernya kemudian memasuki fase penting ketika ia dipercaya bertugas di Kantor Direksi PTPN IV Medan.

Di sana, Hasanul memegang peran strategis yang krusial bagi kelancaran operasional perusahaan, yakni sebagai Kepala Bagian (Kabag) Operasional Traksi dan Infrastruktur serta Kepala Bagian Pengadaan/Teknologi Informasi.

​Pengalaman di kantor direksi ini memberi Hasanul sudut pandang yang berbeda. Ia tidak hanya memahami aspek agronomis, tetapi juga seluk-beluk pendukung utama perkebuna, mulai dari kesiapan armada pengangkutan (traksi), pemeliharaan jalan dan jembatan (infrastruktur), hingga digitalisasi sistem melalui Teknologi Informasi.

Ia melihat perkebunan sebagai jaringan produksi besar yang didukung oleh sistem pengadaan yang transparan dan teknologi yang mumpuni.

​Memimpin Distrik Produksi:
​Setelah penugasan di tingkat direksi, Hasanul kembali ke lapangan dengan tanggung jawab yang lebih luas. Ia dipercaya menjabat sebagai General Manager Distrik Deli Serdang I, wilayah operasional penting yang menaungi sejumlah kebun strategis seperti Kebun Silau Dunia hingga Gunung Pamela.

BACA JUGA  107 Pasangan Laksanakan "Isbat Nikah" di Aula SBBK Kotapinang Labusel

​Memimpin distrik berarti mengoordinasikan berbagai unit produksi sekaligus menjaga stabilitas operasional dalam skala besar. Pengalaman ini menjadi bekal penting ketika Hasanul kemudian dipercaya memimpin wilayah Group I Sumatera Labuhanbatu (1GSL).

​Mengawal Transformasi PalmCo:
​Penugasan Hasanul di Labuhanbatu Selatan datang pada masa transformasi melalui pembentukan PalmCo, subholding sawit yang diproyeksikan menjadi salah satu perusahaan sawit terbesar di dunia.

Bagi Hasanul, perubahan organisasi tidak boleh mengganggu ritme produksi. ​“Kita harus memastikan bahwa perubahan organisasi tidak mengganggu kinerja di lapangan. Produksi harus tetap berjalan optimal,” ujarnya.

Di bawah kepemimpinannya, wilayah 1GSL berfungsi sebagai simpul produksi penting yang menjaga stabilitas operasional perusahaan.

​Diskusi di Sei Kebara: Menjaga Stabilitas
​Dalam pertemuan hangat dengan awak media TRIBRATA TV di ruang kerjanya di Kantor Group I Sumatera Labuhanbatu (1GSL) Sei Kebara, Kecamatan Torgamba, Hasanul Arifin Nasution menekankan bahwa transformasi menuju PalmCo adalah misi besar memperkuat kemandirian pangan dan energi nasional.

​“Sei Kebara dan seluruh unit di bawah 1GSL adalah tulang punggung operasional. Fokus kami saat ini adalah memastikan integrasi manajemen baru ini berjalan selaras dengan produktivitas di lapangan. Tidak boleh ada jeda dalam kinerja,” tegasnya kepada TRIBRATA TV.

BACA JUGA  Golkar Labusel: Track Record Rivai Nasution Dikenal Luas

​Menjaga Harmoni dengan Masyarakat
​Hasanul menyadari bahwa keberadaan perusahaan sangat berkaitan dengan kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menjadi bagian penting dalam strategi hubungan sosialnya. “Hubungan yang baik dengan masyarakat adalah fondasi keberlanjutan perusahaan,” kata Hasanul.

​Pemimpin yang Tumbuh dari Tanah
​Perjalanan panjang Hasanul Arifin Nasution menggambarkan satu hal: kepemimpinan di dunia perkebunan lahir dari pengalaman yang ditempa waktu.

Ia pernah berdiri di tengah blok tanaman sebagai asisten lapangan, mengelola infrastruktur dan teknologi di kantor direksi, hingga memimpin unit pengolahan di PKS Aek Raso.

​Kini, melalui komando di Group I Sumatera Labuhanbatu (1GSL) di Sei Kebara, Hasanul tidak sekadar mengelola kebun sawit negara. Ia sedang menjaga “nadi hijau” yang menjadi bagian penting dari ekonomi daerah sekaligus aset strategis negara.

Penulis: Adalah Wartawan TRIBRATA TV Labuhabatu Selatan

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

‎Biro Bantuan Hukum BKSG-LKI Kota Medan Resmi Terbentuk
‎9 Tahun Urus Izin Gereja GPT Tidak Keluar, Syarat Lengkap Pemko Medan Hanya Janji
Nama Kolonel Maludin Simbolon Resmi Diabadikan Jadi Nama Ruas Jalan Utama di Samosir
Polres Tebing Tinggi Sosialisasikan Tertib Berlalu Lintas di SMKN 1
Hari Kedua Penyaluran PIP di Kabupaten Samosir, Rapidin Datang ke Sekolah Terpencil
Buka Pendidikan Bintara Polri di SPN Hinai, Wakapolda Sumut Tekankan Moral, Integritas, dan Pelayanan
Memenuhi Unsur, Oknum Pengacara Tersangka di Polda Sumut ‎
Kapolres Tapanuli Utara Sambut Hangat Awak Media, Tegaskan Komitmen Kolaborasi dan Restorative Justice

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:20 WIB

‎Biro Bantuan Hukum BKSG-LKI Kota Medan Resmi Terbentuk

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:25 WIB

‎9 Tahun Urus Izin Gereja GPT Tidak Keluar, Syarat Lengkap Pemko Medan Hanya Janji

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:31 WIB

Nama Kolonel Maludin Simbolon Resmi Diabadikan Jadi Nama Ruas Jalan Utama di Samosir

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:19 WIB

Polres Tebing Tinggi Sosialisasikan Tertib Berlalu Lintas di SMKN 1

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:37 WIB

Hari Kedua Penyaluran PIP di Kabupaten Samosir, Rapidin Datang ke Sekolah Terpencil

Berita Terbaru

Hukum

‎Biro Bantuan Hukum BKSG-LKI Kota Medan Resmi Terbentuk

Selasa, 21 Jul 2026 - 22:20 WIB