Bitung, TRIBRATA TV
Wawancara eksklusif bersama Direktur Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung, Alfred Salindeho, SE., MM, membuka tabir optimisme baru bagi pelayanan air bersih di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Percakapan yang berlangsung hangat itu menjadi sorotan, terutama karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Momentum wawancara terjadi saat kunjungan Alfred Salindeho ke Mes SKB Dua Sudara Kota Bitung, Kamis, (9/4/2026) dalam agenda kebersamaan bersama atlet taekwondo yang difasilitasi oleh Ketua Lemkari Kabupaten Kepulauan Sitaro Erasmus Kalangit. Namun di balik suasana santai, terselip pembahasan serius tentang masa depan PDAM Sitaro.
Pewawancara dari Media Tribrata TV memulai dengan pertanyaan mendasar, mengaitkan kontribusi Alfred sebagai putra daerah Sitaro terhadap perkembangan PDAM di wilayah tersebut. Pertanyaan itu langsung dijawab dengan nada penuh tanggung jawab.
“Pada intinya ini untuk daerah kelahiran kita di Sitaro yang tercinta,” ujar Alfred, menegaskan komitmen emosional sekaligus profesionalnya.
Ia menilai, kontribusi putra daerah bukan sekadar simbolis, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk ide, gagasan, dan aksi nyata untuk pembangunan.
Pengalaman dalam mengelola perusahaan daerah air minum menjadi bekal penting. Alfred pun mengaku ingin berbagi kisah sukses tersebut agar PDAM Sitaro bisa berkembang lebih baik.
“Harapannya, PDAM Sitaro bisa lebih maju dan bertanggung jawab dalam pelayanan publik, khususnya penyediaan air bersih,” katanya.
Dalam percakapan itu, pewawancara juga menyinggung tren positif PDAM Sitaro di tahun 2026 yang ramai diperbincangkan di media. Hal ini memancing Alfred untuk memberikan pandangannya secara lebih mendalam.
Menurutnya, kemajuan tersebut bukan sesuatu yang luar biasa, melainkan hal yang memang seharusnya dilakukan oleh setiap manajemen yang peduli terhadap pelayanan publik.
“Permasalahan itu bisa tuntas kalau kita mampu mengkaji dengan tepat,” ucapnya lugas.
Salah satu titik terang yang menjadi sorotan adalah pengolahan air dari Danau Kapeta. Selama ini, sumber air tersebut dianggap tidak bisa dimanfaatkan secara optimal.
Namun fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya. Dengan pendekatan teknis yang tepat, air dari Danau Kapeta berhasil diolah menjadi jernih.
“Nah, ternyata bisa,” kata Alfred singkat, dalam kalimat tersebut mengandung makna.
Keberhasilan ini menjadi kabar baik, tidak hanya bagi masyarakat Sitaro, tetapi juga bagi pemerintah pusat, khususnya Kementerian PUPR yang telah membangun fasilitas pendukung.
Sebelumnya, fasilitas tersebut sempat dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal, bahkan menimbulkan kekecewaan.
Kini, melalui terobosan yang dilakukan, fasilitas tersebut mulai menunjukkan manfaat nyata.
TONTON WAWANCARA EKSKLUSIF
Alfred menekankan pentingnya segera melaporkan perkembangan ini kepada pemerintah pusat sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus peluang mendapatkan dukungan lanjutan.
“Ini harus dilaporkan, karena sekarang sudah bisa dimanfaatkan,” tegasnya.
Ketika ditanya soal kemungkinan tambahan bantuan dari kementerian, Alfred melihat peluang itu terbuka lebar.
Ia menyebut, keberhasilan awal ini bisa menjadi pintu masuk bagi peningkatan fasilitas, termasuk pembangunan instalasi pengolahan air dan jaringan perpipaan.
“Yang penting, fasilitas yang ada sudah memberikan manfaat,” ujarnya.
Dari sisi kapasitas, ia mengungkapkan bahwa saat ini debit air mencapai 20 liter per detik.
Angka tersebut bahkan berpotensi meningkat hingga 50 liter per detik, tergantung pada pengelolaan dan ketersediaan air baku.
Potensi ini membuka peluang pelayanan air bersih menjangkau wilayah yang lebih luas di Pulau Siau.
Namun demikian, Alfred menegaskan bahwa kunci utama tetap terletak pada manajemen PDAM itu sendiri.
“Yang dibutuhkan adalah bagaimana manajemen itu berpikir,” katanya, menyoroti pentingnya inovasi dan perencanaan strategis.
Dalam bagian lain wawancara, Alfred juga mengungkap dukungan dari Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., terhadap langkahnya membantu Sitaro.
Dukungan tersebut bahkan disampaikan secara langsung dengan bahasa khas daerah yang penuh keakraban.
“Ngana bantu tu ngana pe daerah kelahiran sana,” kutip Alfred, menirukan pesan Wali Kota.
Bagi Alfred, dukungan itu menjadi motivasi tambahan untuk terus berkontribusi.
Ia juga mengenang masa kecilnya di Sitaro sebagai alasan kuat untuk kembali memberi dampak positif.
Upaya yang dilakukan pun telah dilaporkan kepada Wali Kota Bitung, yang menyambut baik hasil kerja tim di lapangan.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas daerah dapat menghasilkan solusi konkret.
Di tengah berbagai tantangan, harapan masyarakat Sitaro akan air bersih kini mulai menemukan titik terang.
Terobosan dari Danau Kapeta bukan sekadar solusi teknis, tetapi simbol kebangkitan pelayanan publik.
Dengan komitmen, pengalaman, dan dukungan berbagai pihak, masa depan PDAM Sitaro kini tampak lebih menjanjikan.
Dan dari aliran air yang kini mulai jernih, mengalir pula harapan baru bagi seluruh masyarakat. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









