Wonosobo,TRIBRATA.TV– Operasi pencarian terhadap dua remaja asal Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, yakni Arifin (Apin) dan Yufaidin (Idin), yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Bismo, resmi diperpanjang hingga Sabtu setelah memasuki hari kedelapan, Kamis (9/7/2026).
Keputusan memperpanjang operasi diambil sebagai bentuk komitmen kemanusiaan sekaligus untuk mengoptimalkan upaya menemukan kedua korban. Meskipun hasil pencarian hingga hari kedelapan masih belum membuahkan hasil, Tim SAR Gabungan menegaskan bahwa seluruh personel tetap bekerja maksimal dan tidak mengendurkan semangat di lapangan.
Fokus pencarian kini diarahkan pada penyisiran ulang atau re-clearing di sejumlah titik yang sebelumnya dinilai belum dapat dijangkau secara optimal. Area-area tersebut didominasi medan terjal, jurang, serta lokasi yang dikategorikan sebagai blind spot sehingga membutuhkan perhatian dan teknik pencarian khusus.
“Tim hari ini kembali melakukan penyisiran di sejumlah titik yang sebelumnya belum maksimal dibuka. Area-area tersebut menjadi prioritas karena memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi,” ujar salah satu unsur Tim SAR di lokasi operasi.
Selain mengoptimalkan personel, operasi pencarian juga mendapat tambahan kekuatan dari berbagai relawan lintas daerah. Dukungan datang dari sejumlah komunitas dan tim penyelamat dari Semarang, Temanggung, Cilacap, Banjarnegara, hingga Bandung.
Kehadiran relawan dari berbagai wilayah tersebut memperkuat koordinasi di lapangan. Bersama warga setempat, mereka bergotong royong menyisir jalur pendakian, kawasan hutan, hingga lereng-lereng yang sulit diakses.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan yang telah datang membantu. Sinergi seluruh unsur menjadi kekuatan besar dalam operasi pencarian ini,” kata salah seorang koordinator relawan.
Sementara itu, berdasarkan prosedur operasi pencarian dan pertolongan, masa operasi SAR sebenarnya telah memasuki batas waktu penutupan. Namun, setelah mempertimbangkan berbagai aspek kemanusiaan serta harapan besar keluarga korban, operasi resmi diputuskan untuk diperpanjang hingga Sabtu.
Keputusan tersebut sekaligus memberikan kesempatan bagi seluruh unsur SAR untuk kembali melakukan evaluasi dan penyisiran secara lebih menyeluruh pada sejumlah sektor yang dinilai masih berpotensi menyimpan petunjuk keberadaan kedua remaja tersebut.
Selama proses pencarian berlangsung, koordinasi antarlembaga terus diperkuat. Tim SAR Gabungan bekerja bersama TNI, Polri, BPBD, relawan, komunitas pecinta alam, serta masyarakat sekitar guna memastikan setiap sektor pencarian dapat dijangkau secara maksimal.
Hingga Kamis (9/7/2026), belum ditemukan tanda-tanda keberadaan Arifin maupun Yufaidin. Meski demikian, tim memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan sesuai rencana dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel yang bertugas di medan pegunungan.
Pihak keluarga kedua remaja masih menaruh harapan besar agar Apin dan Idin segera ditemukan. Di sisi lain, Tim SAR Gabungan mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan serta doa agar proses pencarian yang diperpanjang ini dapat membuahkan hasil terbaik.
Operasi pencarian dijadwalkan berlanjut pada Jumat hingga Sabtu dengan strategi penyisiran yang telah dievaluasi berdasarkan hasil operasi selama delapan hari terakhir. Tim berharap langkah tersebut dapat memperbesar peluang menemukan kedua korban secepat mungkin.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online




















