Sitaro, TRIBRATA TV
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kembali menorehkan kebanggaan di tingkat nasional. Salah satu personel terbaik Polres Kepulauan Sitaro, Aipda Frits Bidara, berhasil masuk dalam 15 besar kandidat Hoegeng Awards 2026 pada kategori Polisi Inovatif.
Prestasi tersebut menjadi semakin istimewa karena Aipda Frits Bidara merupakan satu-satunya perwakilan dari Polda Sulawesi Utara yang berhasil menembus tahap tersebut.
Sebagai Ps Kaur Ident Satreskrim Polres Kepulauan Sitaro, Aipda Frits dikenal melalui inovasi pelayanan Sidik Jari Gratis Presisi Go to School yang telah dijalankan sejak tahun 2024.
Program tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap kondisi geografis Kabupaten Sitaro yang terdiri dari pulau-pulau dan memiliki tantangan transportasi yang tidak sederhana.
Banyak pelajar di wilayah kepulauan harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus kebutuhan administrasi berupa sidik jari sebagai salah satu syarat pembuatan SKCK maupun pendaftaran TNI dan Polri.
Kondisi cuaca yang sering berubah serta keterbatasan akses transportasi laut menjadi hambatan tersendiri bagi masyarakat, khususnya para siswa yang tinggal di wilayah terluar.
Melihat persoalan tersebut, Aipda Frits memilih tidak menunggu masyarakat datang ke kantor polisi. Ia justru membawa pelayanan langsung ke sekolah-sekolah.
TONTON VIDEONYA:
“Inovasi ini kami buat karena melihat masyarakat, khususnya anak-anak sekolah di daerah kepulauan, sering terkendala jarak dan cuaca untuk mengurus administrasi sidik jari,” ungkap Aipda Frits saat diwawancarai, Senin (8/6/2026).
Menurutnya, pelayanan publik harus mampu menjangkau masyarakat hingga ke wilayah yang sulit diakses.
Karena itu, melalui program Sidik Jari Gratis Presisi Go to School, personel kepolisian turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan pelayanan tanpa dipungut biaya.
Inovasi tersebut mendapat perhatian nasional dan menjadi salah satu alasan masuknya Aipda Frits dalam nominasi Hoegeng Awards 2026.
Sebagai bagian dari proses penilaian, tim Hoegeng Awards dari detikcom melakukan kunjungan langsung ke Kabupaten Sitaro.
Kunjungan tersebut berlangsung sejak 8 Juni hingga 12 Juni 2026.
Tim melakukan dokumentasi sekaligus melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan sidik jari gratis yang menjadi program unggulan Polres Kepulauan Sitaro.
“Hari ini ada tim Hoegeng Awards dari detikcom yang datang untuk pengambilan dokumentasi kegiatan sidik jari gratis Presisi Go to School yang kami laksanakan di Sitaro,” jelasnya.
Ia mengatakan, kehadiran tim tersebut merupakan bagian dari proses survei lapangan terhadap para kandidat yang masuk dalam tahapan penilaian nasional.
Tim juga dijadwalkan menghadiri pelaksanaan pelayanan sidik jari gratis di SMA Negeri 1 Siau Barat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pelayanan kepolisian dapat menjangkau masyarakat secara langsung.
Bagi Aipda Frits, penghargaan bukanlah tujuan utama dari inovasi yang dijalankannya.
Ia menegaskan bahwa yang paling penting adalah manfaat yang dirasakan masyarakat.
Meski penghargaan diberikan atas nama pribadi, dirinya menilai pencapaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Polres Kepulauan Sitaro.
“Puji Tuhan, penghargaan ini memang diberikan kepada personel, tetapi ini adalah kebanggaan Polres Kepulauan Sitaro dan juga Polda Sulawesi Utara,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dirinya hanya menjadi representasi dari semangat pelayanan yang dibangun institusi kepolisian di daerah kepulauan.
Masuknya nama Aipda Frits dalam 15 besar kandidat Hoegeng Awards juga menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu lahir dari daerah perkotaan dengan fasilitas lengkap.
Sebaliknya, keterbatasan justru dapat menjadi pemicu lahirnya solusi yang berdampak besar bagi masyarakat.
Di tengah tantangan geografis yang dimiliki Sitaro, inovasi pelayanan publik mampu tumbuh dan menjadi perhatian nasional.
Menutup wawancara, Aipda Frits mengajak seluruh aparatur pelayanan publik untuk terus berinovasi demi kepentingan masyarakat.
“Apapun kekurangan yang ada di daerah kita, jangan menjadi alasan untuk berhenti berinovasi. Inovasi sekecil apa pun, jika berdampak bagi masyarakat, maka nilainya sangat luar biasa,” pungkasnya.
Berita ini menggunakan sudut pandang pelayanan publik dan perjuangan inovasi di wilayah kepulauan, sehingga lebih menarik dan dekat dengan pembaca umum. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online







