Sitaro, TRIBRATA TV
Kinerja Pemerintah Kecamatan Siau Timur Selatan pada tahun 2025 hingga pertengahan 2026 menunjukkan capaian yang patut diapresiasi. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah, kecamatan yang dipimpin oleh Camat Tevenson Gansalangi, S.Sos tetap mampu mencatat sejumlah prestasi penting, baik dalam bidang pendapatan daerah maupun keamanan dan ketertiban masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Camat Siau Timur Selatan, Tevenson Gansalangi, saat ditemui di sela-sela kegiatan rapat di Ruang Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Sitaro, Senin (8/6/2026).
Dalam keterangannya, Gansalangi mengungkapkan bahwa realisasi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di wilayahnya telah mencapai hasil yang sangat menggembirakan. Dari 14 kampung yang berada di Kecamatan Siau Timur Selatan, seluruh kewajiban pajak telah berhasil dituntaskan.
“Seluruh kampung di wilayah Kecamatan Siau Timur Selatan telah melunasi kewajiban pajaknya. Ini merupakan hasil kerja sama pemerintah kampung, perangkat kecamatan, dan masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi terhadap pembangunan daerah,” ujar Gansalangi.
Ke-14 kampung tersebut terdiri atas empat kampung yang berada di wilayah kepulauan serta sepeuluh kampung yang berada di wilayah daratan. Kondisi geografis yang berbeda tidak menjadi hambatan dalam pencapaian target pajak yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Menurutnya, capaian tersebut semakin membanggakan karena diraih dalam situasi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi yang berlaku di berbagai sektor pemerintahan.
Meski demikian, semangat pelayanan dan koordinasi yang dibangun bersama pemerintah kampung mampu menghasilkan kinerja yang optimal. Kecamatan Siau Timur Selatan bahkan berhasil menempati posisi kedua dalam realisasi pembayaran pajak daerah setelah Kecamatan Siau Tengah.
“Capaian ini menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran bukan alasan untuk tidak berprestasi. Justru menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih efektif dan efisien,” katanya.
Selain keberhasilan dalam sektor pendapatan daerah, Kecamatan Siau Timur Selatan juga mencatat perkembangan positif dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Gansalangi mengakui bahwa pada tahun-tahun sebelumnya wilayahnya sempat menghadapi sejumlah persoalan yang berkaitan dengan gangguan keamanan masyarakat. Namun situasi tersebut kini mengalami perubahan yang sangat signifikan.
Ia menilai keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi yang terjalin antara pemerintah kecamatan dengan jajaran Kepolisian Resor Siau Tagulandang Biaro di bawah kepemimpinan AKBP Iwan Permadi, SE.
Koordinasi yang intensif bersama Kapolsek Siau Timur, Rekky Madoa, SH, juga menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan dan penanganan berbagai potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.
“Kerja sama yang baik dengan pihak kepolisian telah memberikan dampak nyata. Situasi Kamtibmas di wilayah kami saat ini sangat kondusif dan terkendali,” ungkapnya.
Bahkan, menurut Gansalangi, apabila diukur berdasarkan tingkat kerawanan yang terjadi selama tahun 2026, angka gangguan keamanan di wilayah Kecamatan Siau Timur Selatan dapat dikatakan hampir tidak ada.
“Kalau dipresentasikan, tingkat kerawanan yang sebelumnya cukup tinggi kini bisa ditekan hingga mendekati nol persen. Ini menjadi kebanggaan bagi kami semua,” tuturnya.
Keberhasilan menjaga stabilitas keamanan tersebut dinilai sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi, sosial, dan pelayanan publik di wilayah kecamatan.
Di sisi lain, karakteristik masyarakat Siau Timur Selatan yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan juga menjadi perhatian pemerintah kecamatan dalam merancang program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Gansalangi menjelaskan bahwa sekitar 40 persen penduduk di wilayahnya menggantungkan hidup dari sektor perikanan dan kelautan. Karena itu, berbagai kebijakan pembangunan diarahkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.
Saat ini terdapat tiga kampung yang dikenal sebagai sentra nelayan di Kecamatan Siau Timur Selatan, yakni Kampung Bandil, Kampung Balirangen, dan Kampung Buhias. Ketiga kampung tersebut menjadi tulang punggung aktivitas perikanan masyarakat setempat.
Dengan keberhasilan melunasi pajak, menjaga stabilitas keamanan, serta terus memperkuat sektor perikanan sebagai penggerak ekonomi masyarakat, Kecamatan Siau Timur Selatan menunjukkan bahwa kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat mampu menghasilkan pembangunan yang nyata dan berkelanjutan bagi kemajuan daerah. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online







