Jembatan BDB’95 Saksi Bisu “Polri Untuk Masyarakat”

10 Tahun Berdiri di Ujung Labuhanbatu

- Editorial Team

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuhanbatu, TRIBRATA TV

Jembatan yang berlokasi di ujung Kabupaten Labuhanbatu ini menjadi saksi bisu kehadiran “Polri Untuk Masyarakat”. Berada di Dusun Padang Laut Desa Tanjung Medan, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, jembatan ini masih kokoh berdiri.

Jembatan konstruksi baja dan beton, yang diberi nama Budi Damma Bhayangkara 95, (BDB 95) ini adalah narasi tentang akses, perjuangan, dan kepercayaan yang dirawat hingga sepuluh tahun terakhir, oleh seorang Perwira Polisi Lulusan AKPOL 1995 AKBP Teguh Yuswardie pada masa itu menjabat Kapolres Labuhanbatu.

Hal ini diungkapkan salah seorang warga setempat, Dahrul Ritonga, (47) ketika ditemui sejumlah wartawan, Sabtu, (9/5/2026).

Dia menerangkan jembatan tersebut menjadi nadi kehidupan warga
sejak sepuluh tahun lalu. Jembatan BDB 95 menjelma sebagai penghubung vital bagi 3 desa yang tersebar di 2 kabupaten. Desa Tanjung Medan di Labuhanbatu, dan Desa Hunte Manis, serta Desa Pinarik Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Menurut Darul Ritonga, setiap pagi puluhan pelajar menyeberang menggunakan jembatan ini menuju SDN 11 Bilah Barat, SMPN 2, SMAN 1 Bilah Barat, dan SMA Swasta Imelda. Dikatakan, sebelum jembatan ini berdiri, mereka harus memutar jalan sejauh 6 kilometer. Kini, jarak itu terpangkas menjadi hanya 400 meter.

“Dulu dari Napompar harus menempuh 6 kilometer, sekarang hanya 400 -an meter. Hemat waktu, juga hemat BBM,” ujarnya.

BACA JUGA  Polres Madina Bangun Jembatan Merah Putih Presisi, Wujud Nyata Dukung Asta Cita Presiden RI

Di balik jembatan sepanjang 60 meter dan lebar 3 meter ini, ada cerita tentang kepedulian institusi Polri. Semua bermula pada 2015, saat seorang perwira polisi lulusan AKPOL 1995, AKBP Teguh Yuswardie, menjabat sebagai Kapolres Labuhanbatu.

AKBP Teguh Yuswardie menerima laporan dari personelnya bahwa masyarakat Desa Tanjung Medan sangat mendambakan perbaikan sebuah jembatan gantung yang sudah rusak parah dan membahayakan. Warga kesulitan menyeberang, terutama saat musim hujan.

Tak cukup hanya mendengar, Teguh pun bergerak. Tanpa mengandalkan anggaran negara, ia menggagas penggalangan donasi mulai Desember 2015. Para donatur dari berbagai kalangan menyumbang sehingga total anggaran yang terkumpul mencapai Rp1 miliar dan pembangunan fisik berlangsung dari Januari hingga April 2016.

Setelah selesai Jembatan Budi Damma Bhayangkara 95 (BDB 95) kemudian diresmikan pada Sabtu, 14 Mei 2016, sebagai kado istimewa dalam Hari Ulang Tahun (HUT) Polri ke -70.

Namun, perjalanan jembatan ini tak selalu mulus. Tak lama setelah peresmian, sebuah musibah datang. Jembatan yang didesain untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua (dengan kapasitas beban maksimal 2 ton) tiba-tiba ambruk. Penyebabnya, sebuah pick-up bermuatan sekitar 3 ton nekat melintas.

Tragedi itu bisa saja menjadi akhir dari cerita, namun Teguh Yuswardie, yang kini telah menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi bertekad bulat. Ia memutuskan untuk membangun kembali jembatan itu dari awal, meskipun saat itu ia sudah akan dipromosikan bertugas ke luar pulau. Baginya, janji “Polri untuk Masyarakat” tidak boleh runtuh di tengah jalan.

BACA JUGA  PJS Sumut Kecam Penganiayaan Wartawan di Labuhanbatu, Minta Polisi Kejar Dalangnya

Nama “Budi Damma Bhayangkara 95” bukanlah sekadar label. Brigjen Pol Teguh Yuswardie merangkai setiap kata dengan makna mendalam. Budi berarti kebaikan. Dhamma berarti ajaran kebenaran. Bhayangkara adalah sebutan untuk polisi. Dan angka 95 menandai Angkatan AKPOL 1995 (Batalyon Patria Tama), angkatan sang penggagas.

Secara utuh, nama itu bermakna Pengabdian kepada kebijaksanaan dan ajaran kebenaran atau Berbakti dengan kebijaksanaan dan dharma. “Ini adalah refleksi semangat pengabdian dan kebaikan dari angkatan 95,” ujar Teguh.

Sepuluh tahun berlalu, Jembatan BDB 95 masih berdiri kokoh. Warga setempat tidak tinggal diam. Mereka sadar sepenuhnya bahwa jembatan ini adalah aset bersama yang harus dirawat.

Secara swadaya, masyarakat rutin menjaga fungsinya. Bahkan, ketika lantai besi jembatan mulai berlubang karena aus diterjang roda dan cuaca, ada warga yang berinisiatif menambalnya dengan mengelas besi baja.

Namun, ada satu catatan penting yang disampaikan Darul Ritonga. “Ya, sebaiknya untuk menghindari karat agar dilapisi dengan mengecat ulang besinya,” tandasnya.

Harapan itu sederhana, agar jembatan ini tidak hanya kuat secara struktur, tapi juga terawat dari korosi yang diam-diam menggerogoti. Sebuah pesan agar perhatian tetap hadir, tidak hanya saat pembangunan, tetapi juga dalam pemeliharaan.

BACA JUGA  Kebakaran Hebat di Labuhanbatu, Rumah dan Truk Ludes Dilalap Api, Kerugian Rp950 Juta

Kini, di usianya yang ke-10 tahun, Jembatan BDB 95 bukan sekadar penghubung antar desa atau kabupaten. Ia adalah monumen hidup kolaborasi antara Polri dan masyarakat. Ia adalah bukti bahwa sebuah gagasan yang lahir dari kegelisahan bersama, kemudian dibangun dengan gotong-royong, bisa bertahan lebih dari satu dekade meski sempat diuji oleh bencana.

Dan bagi anak-anak yang setiap pagi menyeberang dengan seragam sekolah, bagi petani yang mengangkut hasil kebun, bagi para ibu yang pergi ke pasar di seberang jembatan, ini tetaplah vital. Ia adalah napas yang menghidupkan ujung Labuhanbatu. (Kholik Saragih)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Tahun 2026, Asahan Kembali Dapat “Jatah” dari Kementrian PU Dirjen SDA
PTPN IV Regional I Kebun Sei Silau Belum Realisasikan Hak Pensiunan
Perkuat Kinerja UPT Pemasyarakatan Langkat, Kakanwil Ditjenpas Sumut Lakukan Bintorwasdal di Lapas Narkotika Langkat
Membahayakan, Kabel Jaringan Internet Dipasang di Tiang Listrik
Warga Kesulitan BBM, Armada Sawit Justru Menyerap Subsidi Secara Besar-besaran
Perkuat Sinergi, TRIBRATA TV Simalungun Bersilaturahmi dengan Manajemen PKS Bah Jambi
Polres Tebing Tinggi Monitoring SPBU, Pastikan Penyaluran BBM Tetap Kondusif
Penutupan MPLS di SMP Negeri 2 Adian Koting Berlangsung Akrab dan Ceria

Berita Lainnya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:27 WIB

Tahun 2026, Asahan Kembali Dapat “Jatah” dari Kementrian PU Dirjen SDA

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:33 WIB

PTPN IV Regional I Kebun Sei Silau Belum Realisasikan Hak Pensiunan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:02 WIB

Perkuat Kinerja UPT Pemasyarakatan Langkat, Kakanwil Ditjenpas Sumut Lakukan Bintorwasdal di Lapas Narkotika Langkat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:38 WIB

Membahayakan, Kabel Jaringan Internet Dipasang di Tiang Listrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 10:45 WIB

Warga Kesulitan BBM, Armada Sawit Justru Menyerap Subsidi Secara Besar-besaran

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

3 Pejabat Strategis Polres Takalar Resmi Berganti

Sabtu, 18 Jul 2026 - 22:25 WIB

Kriminal

Simpan Sabu dan Ganja, Petani di Karo Ditangkap

Sabtu, 18 Jul 2026 - 21:25 WIB