Miris, Sekeluarga Diisoman Tapi Tak Dikasih Makan, Anderias: Kami Bisa Mati Kelaparan

- Editorial Team

Senin, 9 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timor Tengah Selatan, TRIBRATA TV

Sunggguh miris apa yang dialami Anderias Faot dan keluarganya. Warga Desa Noemeto Kecamatan Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur ini mengalami kelaparan setelah keluarganya diharuskan isolasi mandiri selama 14 hari.

“Anak saya divonis dokter positif covid-19 sehingga kami lima orang satu keluarga yang kontak erat dengannya harus melakukan isolasi mandiri. Namun selama isolasi mandiri dari tanggal 27 Juli 2021 sampai 9 Agustus 2021 kami tidak mendapat perhatian dari pemerintah baik makan minum dan obat-obatan,” kata Anderias Faot sambil berlinang air mata dihadapan Wakil Ketua DPRD TTS, Religius Usfunan, Senin (9/8/2021).

Menurutnya mereka dilarang keluar rumah namun tidak diberi bantuan makan minum. “Saya juga tidak diijinkan untuk berjualan sayur serta barang bekas, dari mana kami bisa mendapatkan uang untuk beli makanan. Jika kami terus dikarantina maka kami akan mati kelaparan bukan mati karena corona,” kata Anderias lirih.

BACA JUGA  Bupati Serahkan Bantuan kepada Korban Puting Beliung

Anderias sengaja mendatangi Kantor DPRD TTS untuk melaporkan akan nasib keluarganya yang tidak mendapat perhatian dari Pemkab TTS.

Menanggapi laporan itu Religius Usfunan menyayangkan tidak adanya perhatian Pemkab TTS kepada warga yang menjalani isolasi mandiri.

“Bagaimana mereka bisa cari uang untuk makan kalau harus isolasi? Tanggungjawab pemerintah untuk menyiapkannya,” ujarnya.

Dikatakannya, sebagai wakil rakyat ia mendukung kebijakan pemerintah menerapkan PPKM dan penanganan covid-19, namun pemerintah harus juga memperhatikan nasib warga yang dikarantina.

“Bagaimana makan minumnya, bagaimana obat-obatan mereka. Mereka memang tidak mati karena corona tapi mati karena kelaparan, ini sangat menyedihkan,” tegasnya.

Politisi PKB ini menilai, anggaran yang disediakan untuk penanganan kesehatan ada sejumlah Rp58,3 miliar, sedangkan untuk perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak covid-19 sebesar Rp58,3 miliar, harusnya bisa untuk warga yang isoman sehingga tidak kelaparan.

BACA JUGA  Ranting NU dan Lazisnu Cluring Banyuwangi Galang Bantuan untuk Korban Angin Puting Beliung

“Dana itu jangan hanya disimpan di rekening dan tidak dimanfaatkan, saya minta agar pemerintah segera mencairkan dana tersebut untuk melayani masyarakat yang terdampak covid-19,” tandas Religius.

Sementara Kepala Desa Noemeto, Rison Taopan yang dikonfirmasi mengaku tidak tahu siapa yang menyuruh keluarga Andreas Faot isolasi mandiri. “Saya bukannya gila hormat, namun paling tidak ada pemberitahuan kepada kami selaku pemerintah desa, kalau ada warga saya atas nama ini telah terpapar covid-19 dengan menunjukan bukti hasil pemeriksaan,” ujarnya.

Dengan begitu pihaknya bisa memperhatikan kesejahteraan warga yang isolasi. “Saya juga bisa menghimbau kepada masyarakat lain agar waspada,” katanya lagi.

BACA JUGA  Wujudkan Desa Bersih dan Sehat, PT TPL Serahkan 30 Tong Sampah pada Desa Dalihan Natolu

Diakuinya pemerintah desa memang sama sekali tidak memberi bantuan pada Anderias dan keluarganya. “Karena kami juga takut, sehingga kami sangat butuh informasi yang akurat dari dokter atau tim gugus covid-19 di tingkat kabupaten,” jelas Rison. (Yor Tefa)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Temui Sri Sultan, Fahri Hamzah Sebut Tata Kota DIY Layak Jadi Inspirasi Nasional
Soal Praktek Garenti di Karimun, Menteri Imipas: ‘Yang Pungut Agen Kapal, Bukan di Wilayah Kita’
Komisi IV DPR RI Soroti Pengelolaan TNGM, Bupati Sleman Dorong Sinergi Pusat dan Daerah
Presiden Prabowo Kabarnya Minta Jampidsus Mundur
Prabowo dan Narendra Modi Disambut 1.000 Pelajar di Yogyakarta, Kenakan Busana Adat Jawa
Polda Riau Terima Penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden Prabowo
Survei Terbaru : 80,6 Persen Publik Nilai Kinerja Polri Semakin Baik
Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Forum DGICM 2026

Berita Lainnya

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:05 WIB

Temui Sri Sultan, Fahri Hamzah Sebut Tata Kota DIY Layak Jadi Inspirasi Nasional

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:04 WIB

Soal Praktek Garenti di Karimun, Menteri Imipas: ‘Yang Pungut Agen Kapal, Bukan di Wilayah Kita’

Sabtu, 11 Juli 2026 - 05:42 WIB

Komisi IV DPR RI Soroti Pengelolaan TNGM, Bupati Sleman Dorong Sinergi Pusat dan Daerah

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:39 WIB

Presiden Prabowo Kabarnya Minta Jampidsus Mundur

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:09 WIB

Prabowo dan Narendra Modi Disambut 1.000 Pelajar di Yogyakarta, Kenakan Busana Adat Jawa

Berita Terbaru

Sulawesi Selatan

3 Pejabat Strategis Polres Takalar Resmi Berganti

Sabtu, 18 Jul 2026 - 22:25 WIB

Kriminal

Simpan Sabu dan Ganja, Petani di Karo Ditangkap

Sabtu, 18 Jul 2026 - 21:25 WIB