Sleman,TRIBRATA.TV – Seorang pekerja bangunan berinisial T (50) meninggal dunia setelah tertimpa tembok yang roboh saat melakukan pembongkaran sebuah rumah di Dusun Jering 8, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 10.15 WIB. Sementara itu, seorang pekerja lainnya, Y (35), mengalami luka-luka dan kini menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Gamping.
Peristiwa tersebut terjadi ketika sejumlah pekerja sedang membongkar bangunan rumah yang sudah lama berdiri. Namun, di tengah proses pembongkaran, dinding bangunan berukuran sekitar tiga meter dengan lebar enam meter tiba-tiba ambruk dan menimpa para pekerja yang berada di dekatnya.
Warga yang mendengar suara keras langsung bergegas menuju lokasi untuk memberikan pertolongan. Mereka kemudian mengevakuasi kedua korban dari reruntuhan tembok.
Meski demikian, korban T yang merupakan warga Ngluwar, Jawa Tengah, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami luka berat pada bagian kepala. Sementara rekannya, Y, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat meski mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Gamping guna mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kedua korban bersama beberapa pekerja lainnya telah mengerjakan pembongkaran rumah tersebut selama kurang lebih 10 hari sebelum insiden terjadi.
“Dinding bangunan lama itu tiba-tiba roboh saat proses pembongkaran masih berlangsung sehingga menimpa dua orang pekerja,” ungkap keterangan saksi di lokasi kejadian.
Sementara itu, aparat dari Polsek Godean bersama Tim Inafis Polresta Sleman langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat. Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan sejumlah saksi, serta mengumpulkan barang bukti untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada kondisi bangunan yang sudah rapuh sehingga tidak mampu menahan beban saat proses pembongkaran berlangsung. Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
“Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti robohnya tembok tersebut,” ujar pihak kepolisian.
Di sisi lain, Polresta Sleman mengimbau para pekerja konstruksi, pemilik bangunan, maupun masyarakat agar selalu mengutamakan aspek keselamatan kerja sebelum melakukan pembongkaran bangunan. Polisi menekankan pentingnya pemeriksaan kondisi struktur bangunan, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta penerapan prosedur pembongkaran yang sesuai standar keselamatan.
“Kami mengingatkan seluruh pekerja konstruksi dan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan kerja, memeriksa kondisi bangunan sebelum dibongkar, menggunakan alat pelindung diri, serta mengikuti prosedur pembongkaran yang aman agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas pihak Polresta Sleman.
Polisi berharap hasil penyelidikan dapat memberikan kepastian mengenai penyebab insiden tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi maupun pembongkaran bangunan agar risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan di masa mendatang.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online




















