O.. Mandailing Godang ,Tano ingananku Sorang,na niatir ni dolok nalampas,na nijoling Dolok martimbus,Ipul nai laing martimbus …..,
Di Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang ke 26 tepatnya Sabtu (9/03/2025) kelihatannya tidak ada yang begitu spesial, begitu senyap, begitu dingin dan bagaikan hari hari seperti biasa bak pepatah mengatakan “Bak cangkang yang terlepas dari tuannya”ada apa dengan penghunimu…..???
Sebagai putra asli daerah Mandailing Natal, Ismed Harahap yang menggeluti dunia jurnalistik sekaligus Ketua DPW Ikatan Jurnalis Independen Nusantara Sumatera Utara merasa sangat malu sebab tidak mampu berbuat apa-apa di HUT Madina ke 26 ini. “Di tanah Mandailing ini kita dilahirkan, dibesarkan serta untuk mencari penghidupan sehari hari demi untuk menghidupi kebutuhan anak anak kita yang sekolah baik sekolah disini maupun di luar daerah, namun sumbernya semua tidak terlepas dari perut bumi Mandailing”.
Mandailing… tiap hari perutmu di obrak abrik digali demi menyedot butiran emasmu, tiang tiang penyanggahmu ditebangi demi menghasilkan kebutuhan hidup penghunimu, di tanahmu begitu banyak perusahaan raksasa berdiri kokoh yang begitu sombong,di pundakmu bermacam etnis suku dan ras bersandar demi menaruh harapan padamu, bahkan mungkin tidak sedikit orang di luar daerah sana menanti hasil tiap bulan darimu
Mandailing…. namun sungguh miris di usiamu yang ke 26 engkau begitu senyap dan engkau hampir terlupakan karena mungkin kami terlalu sibuk menikmati dan mengais hasilmu. Mandailing…. masih terngiang pesan dari putra terbaikmu dulu yang mengatakan ” o…ale dongan na dua tolu, tinggal majolo Hamu di huta on,langka majolo au tuhuta ni halak an,anta nasadia onok, molo adong dope umur dihita aduan pasuo,ulang manian hita sai na ma oto”.
Bermacam pendapat orang Mandailing dalam mengartikan kutipan kata-kata terakhir Willem Iskander saat keberangkatannya ke negeri Belanda ini. Adapun pendapat umum adalah, Willem Iskander telah mengetahui bahwa keberangkatannya ke Belanda adalah dibujuk dan dirayu oleh bangsa asing karena kepintarannya beliau tidak ada pilihan lain kecuali menuruti kemauan Belanda saat itu beliau juga sadar bahwa sebagian besar hasil bumi Mandailing dibawa keluar daerah Mandailing rakyatnya cuma diperbudak bangsa penjajah kala itu. Mungkin inilah yang ditakutkan beliau kedepan Tano Mandailing ini bukan hanya hasil buminya yang peras atau disedot bahkan orang orang pintarpun diambil para penjajah yang ingin menguasai tano Mandailing ini
Penulis: Ismed Harahap
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








