Tanjungpinang, TRIBRATA TV
Tanjungpinang banyak tempat atau nama yang legendaris atau klasik. Salah satunya Lorong Sepatu.
Kenapa legendaris atau klasik? Yupss karena daerah sekitaran Pasar Jalan Merdeka dan Tepi Laut Tanjungpinang adalah kota yang dahulunya padat dengan pemukiman warga.
Sehingga daerah ini terkenal dengan Kota Tanjungpinang lama. Kini persebaran pada penduduk sudah sampai ke daerah perbatasan dengan Kabupaten Bintan.
Sebagai contoh lokasi klasiknya adalah Lorong Sepatu. Disebut Lorong Sepatu karena lorong ini banyak para pengrajin sol sepatu.
Pengrajin sol sepatu yang dimaksud adalah misalnya konsumen mau jahit tapak sepatu yang lepas,atau mau ganti tapak sepatu dan banyak lagi jasa perbaikan sepatu atau sendal yang bisa dilayani.
Lorong Sepatu ini terletak di antara Ruko Jalan Merdeka Tanjungpinang. Lorong Sepatu populer karena pengrajinnya sudah lama membuka lapak hingga ada yang diteruskan oleh anak cucu mereka.
Pekerjaan menjahit sepatu bukan perkara yang mudah, perlu keahlian dan ketekunan bekerja namun tidak sedikit orang memandang remeh terhadap profesi tersebut.
Hal tesebut diungkap oleh Salim, warga Tanjungpinang.
“Lorong ini dulu tempat legendaris perbaiki sepatu mas, makanya dinamakan Lorong Sepatu, ” katanya, Jumat (7/6/2024).
Ia juga mengatakan, “sejak kecil saya kalau perbaiki sepatu disini, sampai sekarang masih ada pakde pakde dan mas mas disini, ” tutupnya
Sementara Adi, pengrajin sol sepatu mengatakan, diri sudah cukup melakoni sebagai pengrajin sol sepatu.
“Iya mas, sudah cukup melakoni sebagai pengrajin sol sepatu, ” katanya.
Dibekali dengan alat-alat sol seperti gunting, pensil, lem, sabun, jarum, dan benang sol, Adi siap memperbaiki sepatu atau sendal
“Dengan keahlian yang saya miliki, saya coba untuk membuka jasa sol sepatu disini,” tambahnya.
Sementara kata Adi,untuk tarif sol sepatu pun bervariasi, tergantung dari jenis sepatu, untuk sepatu biasa dikenakan sebesar Rp20.000 hingga Rp25.000, sepatu bola Rp30.000 dan sandal Rp15.000.
Dalam sehari, ia mampu mengerjakan beberapa sepatu milik pengunjung dengan durasi pengerjaan kurang lebih 1 jam untuk sepasang sepatu.
“Untuk pendapatan tidak menentu, kadang ramai, kadang sepi. Setidaknya, sehari kadang ada sepatu yang dititipkan untuk di sol, ” tutupnya.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









