Sitaro, TRIBRATA TV
Suasana panik seolah nyata ketika gempa berkekuatan 9,8 Skala Richter mengguncang Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, tepatnya di wilayah Siau Tengah.
Gedung SMP Negeri 2 Siau Barat di Kampung Beong tampak porak-poranda, suara teriakan dan langkah kaki siswa membuat suasana semakin mencekam. Namun, di balik kepanikan itu, semua hanyalah bagian dari simulasi bencana gempa bumi yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kamis (5/11/2025).
Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Chyntia Ingrid Kalangit, SKM, memimpin langsung kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya ketenangan dan kerja sama saat menghadapi situasi darurat.

“Kita harus tetap tenang dan saling membantu. Jangan panik, utamakan keselamatan diri dan orang lain di sekitar kita,” ujar Bupati Chyntia di tengah simulasi, sambil mengarahkan guru dan siswa untuk mengikuti jalur evakuasi dengan tertib.
Bupati juga menekankan kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk latihan nyata agar masyarakat, terutama generasi muda, memahami langkah cepat ketika bencana benar-benar terjadi. “Kesiapsiagaan adalah kunci. Karena bencana bisa datang kapan saja tanpa kita duga,” tambahnya dengan nada tegas namun menenangkan.

Kepala BPBD Kabupaten Siau Tagulandang Biaro, Joicson Sagune, ST, menyampaikan bahwa simulasi gempa bumi ini merupakan bagian dari program rutin pembinaan sekolah tangguh bencana. “Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini agar siswa paham prosedur penyelamatan diri dan mampu menolong orang lain,” jelas Sagune. Ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat, termasuk aparat keamanan dan tenaga pendamping dari provinsi.
Simulasi yang berlangsung di halaman SMP Negeri 2 Siau Barat ini turut melibatkan unsur TNI dan Polri, serta narasumber dari BPBD Provinsi Sulawesi Utara Danny S. Repi, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Frans Lintjewas, Camat Siau Tengah Iwan Joseph, dan sejumlah relawan kebencanaan. Kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan sinergi nyata antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun budaya tangguh bencana.

Skenario gempa yang dibuat seolah-olah nyata itu berhasil menguji kesiapan peserta. Para siswa berlari menuju titik kumpul dengan panduan guru dan petugas. Beberapa siswa bahkan turut membantu “korban” yang disimulasikan terluka. Semua dilakukan dengan penuh keseriusan namun tetap bersemangat, mencerminkan antusiasme dan kesadaran baru akan pentingnya kesiapsiagaan.
Pada akhir kegiatan, Bupati Chyntia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan berharap simulasi seperti ini terus dilaksanakan secara berkala. “Lebih baik kita berlatih sekarang daripada menyesal nanti. Dengan latihan ini, saya yakin masyarakat Sitaro semakin siap menghadapi ancaman bencana apa pun,” tutupnya. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









