Takalar, TRIBRATA TV
Pemilik bangunan yang disewa Yayasan Global Panrita Takalar untuk kampus Institute Teknologi Pertanian (ITP) mengeluh karena biaya sewa hingga kini tidak dibayar pemilik yayasan.
“Perjanjiannya mereka sewa 3 tahun senilai Rp200 juta, tapi sampai sekarang tidak dibayar,” kata Muhammad Syaid, pemilik bangunan, Minggu (6/10/2024).
Menurutnya bangunan yang berada di Desa Sawakung Kecamatan Galesong Selatan Kabupaten Takalar itu disewa pada tahun 2020 dan dijadikan kampus. Pada bagian depan bangunan direnovasi pihak yayasan sehingga terlihat lebih bagus.
Dalam promosinya saat peresmian kampus itu pada 3 September 2020, Ketua Yayasan Global Panrita Dr. Hj. Irma Andriani mengatakan ini adalah kampus pertanian pertama yang ada di Takalar.
“Namun kampus ini beroperasi tidak sampai setahun, tidak tahu mengapa tutup,” kata Syaid.
Karena tidak lagi dipakai dan ditinggalkan, akhirnya bangunan kampus itu dipakai untuk usaha air isi ulang oleh Syaid.
“Karena mereka tidak membayar sewa dan bangunan ini ditinggalkan, ya saya pakai untuk usaha air isi ulang,” ujarnya.
Diduga kampus ini tutup karena tidak mengantongi izin operasional.
Awak media telah berupaya menghubungi Dr. Hj. Irma Andriani, akan tetapi belum dapat dikonfirmasi sehingga berita ini diterbitkan.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









