Labuhanbatu, TRIBRATA TV
Kondisi Pasar Ajamu kini kian memprihatinkan, Jumat (3/4/2026). Pasar yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat justru tampak kumuh, semrawut, dan jauh dari kata layak. Ironisnya, kondisi ini diduga telah berlangsung selama hampir satu dekade tanpa adanya perbaikan berarti.
Pasar ini berlokasi di Desa Sei Sentosa Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara.
Pasar Ajamu dibangun atas dasar Kementrian Perdagangan Republik Indonesia (RI) dengan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu (Pemkab) melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Sarana Perdagangan Tahun 2015.
Pasar ini terdiri dari 75 lapak, 13 unit kios, 32 meja ikan beton, dan 30 meja sayur, berasal dari DAK APBD Kabupaten Labuhanbatu tahun 2015, menelan anggaran sebesar Rp1,9 miliar dengan luas 2012 meter persegi.
Diresmikan oleh Bupati Labuhanbatu, H Pangonal Harahap pada Selasa, (29/3/2015), pasar ini menjadi pasar terbesar di wilayah itu.

Pantauan TRIBRATA TV di lapangan menunjukkan berbagai fasilitas pasar dalam kondisi rusak, atap Tempat Penjualan Ikan (TPI) sudah tidak layak, bocor, lantai becek dan berlumpur saat hujan, serta saluran drainase tersumbat, sehingga menimbulkan genangan air dan seringnya tumpukan sampah yang menggunung menimbulkan bau tidak sedap.
Para pedagang terpaksa bertahan demi mengais rezeki. “Kalau hujan, saluran drainase tersumbat tidak tidak berfungsi. Atap di Tempat Penjualan Ikan (TPI) bocor, lain lagi tumpukan sampah sering menggunung menimbulkan bau tak sedap dan menyengat. WC kamar mandi juga tak terawat. Tapi mau bagaimana lagi, ini tempat kami cari makan,” ujar salah seorang pedagang dengan nada kecewa.
Tak hanya pedagang, para pembeli pun mengeluhkan kondisi pasar yang dinilai tidak nyaman dan kurang higienis.
Situasi ini berdampak pada menurunnya minat masyarakat untuk berbelanja di Pasar Ajamu, apalagi ditambah dengan adanya Pasar Pagi di Simpang Ajamu, sehingga turut memukul pendapatan para pedagang kecil.

Lebih memprihatinkan lagi, tidak terlihat adanya upaya serius dari pihak terkait untuk melakukan pembenahan. Selama bertahun-tahun, kondisi pasar seolah dibiarkan begitu saja tanpa sentuhan perbaikan yang signifikan.
Sejumlah warga menilai, pembiaran ini mencerminkan kurangnya perhatian terhadap sektor ekonomi kerakyatan. Padahal, pasar tradisional memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal.
“Ini sudah terlalu lama dibiarkan. Pasar Ajamu ini urat nadi ekonomi warga, tapi kondisinya seperti tak terurus. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah,” ungkap seorang warga.
Kepala Desa Sei Sentosa, Ridwan Nasution, SPd diminta tanggapannya mengatakan, Pemerintah Desa Sei Sentosa sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pembenahan kondisi infrastruktur Pasar Ajamu baik melalui Anggota DPRD Labuhanbatu saat reses maupun melalui Musyawarah Rencana Pembangunan di tingkat Kecamatan Panai Hulu.
“Masyarakat pun mendesak agar Pemerintah Daerah segera turun tangan merevitalisasi Pasar Ajamu, perbaikan infrastruktur, penataan ulang, serta peningkatan fasilitas untuk mengembalikan fungsi pasar sebagai pusat ekonomi yang layak dan nyaman. Juga sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu agar dapat menganggarkan pembenahan infrastruktur pasar ini,” ujarnya.
Kades berharap secara pribadi agar kiranya Bupati bisa berkenan menganggarkan dana untuk pembenahan Pasar Ajamu yang lebih dikenal di Ajamu dengan sebutan Pajak. “Apa lai awak lakher dan bosar – bosar di sika”, ujar Kades Ridwan dengan logat daerah khas Ajamu.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin Pasar Ajamu akan semakin terpuruk dan meninggalkan luka bagi para pedagang kecil yang menggantungkan hidupnya di sana. (Kholik Saragih)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









