Ambon, TRIBRATA TV
Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si memimpin Doa Bersama dan Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) di Mako Ditpolairud Polda Maluku, Senin (1/12/2025).
Dalam kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan itu, hadir seluruh jajaran Ditpolairud, para Kasat Polairud Polres jajaran, pilot dan kru Pesawat Beechcraft 1900D Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri, tokoh agama, serta para tamu undangan.

Perjalanan Panjang Polairud dan Nilai Historisnya
Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa kehadiran Polairud memiliki nilai sejarah penting dalam struktur Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Menurutnya, pembentukan Kepolisian Perairan pada 1 Desember 1950 tidak terlepas dari situasi pasca proklamasi, ketika Indonesia masih menghadapi upaya Belanda yang kembali masuk bersama NICA.
“Setelah situasi mulai terkendali pada 1949, lahir kebutuhan membangun sistem keamanan yang sesuai karakter negara kepulauan. Dari sinilah Polair dibentuk,” ujar Kapolda.

Sejak awal, Polair hadir sebagai unsur berseragam yang menjalankan fungsi pengamanan perairan sekaligus penyidikan di wilayah laut. Seiring berjalannya waktu, Polair dan Poludara bertransformasi hingga berada di bawah Korpolairud Baharkam Polri seperti saat ini.
Maluku: 93 Persen Laut, Polairud Menjadi Unsur yang Tak Tergantikan
Kapolda menekankan bahwa karakter geografis Maluku sebagai provinsi kepulauan terbesar kedua di Indonesia menjadikan peran Ditpolairud sangat strategis.
“Wilayah Maluku ini 93 persen lautan. Karena itu, Polairud memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Kapolda.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas masyarakat sangat bergantung pada laut, mulai dari perikanan, pelayaran, perdagangan antar-pulau, hingga sektor wisata seperti Banda Neira dan Pantai Ora.
“Setiap hari ribuan kapal melintas di perairan Maluku. Kekayaan laut kita menjadi magnet bagi kapal dari berbagai wilayah. Pengawasan Polairud sangat krusial agar aktivitas berjalan aman, tertib, dan bebas tindak pidana,” tambahnya.
Kapolda juga mengapresiasi sejumlah penanganan kasus penting yang pernah dilakukan Ditpolairud, termasuk pengungkapan TPPO di kapal asing hingga operasi penyelamatan kecelakaan laut.

Tiga Fokus Utama yang Ditekankan Kapolda
Kapolda Maluku kemudian menegaskan tiga fokus utama untuk memperkuat kualitas pelayanan Ditpolairud:
- Menjamin Keselamatan Transportasi Laut.
Polairud diminta memperluas kerja sama dengan stakeholder untuk mencegah kecelakaan serta memberi peringatan atas temuan lapangan.
“Tanggung jawab moral kita adalah memastikan masyarakat merasa aman naik kapal,” tegasnya.
- Penanganan Cepat Orang Hilang dan Kecelakaan Laut.
Kapolda menekankan konsep golden time agar Polairud bergerak cepat sejak notifikasi awal dan memperkuat koordinasi dengan Basarnas serta instansi terkait.
- Mencegah Potensi Konflik Antarwilayah.
Meskipun tidak selalu berada di garis terdepan konflik darat, Polairud harus siap menjadi kekuatan tambahan saat eskalasi meningkat.
Keterbatasan Armada dan Pentingnya Kolaborasi Maritim
Kapolda tidak menutup mata terhadap terbatasnya jumlah armada Ditpolairud yang saat ini memiliki 18 kapal serta unit kecil yang harus mengawasi wilayah laut yang luas.
“Medan laut Maluku tidak mudah—gelombang besar dan cuaca cepat berubah. Kita harus memperkuat kerja sama dengan TNI AL, Bakamla, Basarnas, KKP, dan seluruh institusi maritim lainnya,” ujar Kapolda.
Dorong Pembentukan Komunitas Keamanan Perairan
Kapolda juga mendorong pembentukan Komunitas Keamanan Perairan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat yang beraktivitas di laut dan pelabuhan untuk mempercepat informasi, memperkuat pengawasan, dan mencegah potensi kerawanan.
“Ekosistem maritim di pelabuhan sangat kompleks. Komunitas ini penting untuk memperkuat keamanan perairan,” jelasnya.

Polisi Hadir untuk Menolong dan Melindungi
Mengakhiri sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa inti tugas Kepolisian, termasuk Polairud, adalah memberikan pelayanan manusiawi dan perlindungan bagi masyarakat.
“Polisi itu tugasnya menolong, membantu, dan melindungi. Jika ada yang melanggar hukum barulah kita tindak. Saya berharap moralitas dan semangat pengabdian terus dijaga,” pesan Kapolda.
Kapolda menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-75 Polairud dan berharap jajaran terus berinovasi dan mengabdi untuk bangsa dan negara. (M. Marasabessy)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









