Tanjungbalai, TRIBRATA TV
Proyek pembangunan jalan berbiaya Rp22 miliar yang terletak di wilayah Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan dinilai bermasalah.
Pasalnya proyek yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat itu justru dapat mengakibatkan kerusakan jalan yang dilintasi puluhan dump truk yang membawa materialnya.
Wakil Ketua LSM Aliansi Indonesia Sumatra Utara,Sudi Rahmad, Sabtu (28/5/2022) menilai kegiatan royek tersebut terkesan mengganggu kenyamanan bagi pengguna jalan yang lainnya.
Menurutnya,bila dibiarkan maka berpotensi merusak hubungan kerukunan antara kedua daerah yaitu Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai, Sumatra Utara.
“Dalam hal ini, Kota Tanjungbalai sebagai penghubung dari akses jalan yang dilintasi oleh armada pengangkut material proyek jalan tersebut “, katanya.
Tentunya bila dibiarkan, sambung Rahmad lagi, tanpa adanya penindakan dari aparatur pemerintah setempat maka berpotensi mengakibatkan kerusakan terhadap permukaan jalan yang dilintasi oleh dump truk tersebut.
“Kota Tanjungbalai mempunyai hak otoritas wilayah, tentunya pemerintah setempat mempunyai peran untuk melakukan penindakan terhadap dump truk tersebut,” katanya.
Tentunya, beban angkutan antara dump truk dengan jalan yang dilintasi semestinya dijadikan sebagai pertimbangannya.
“Semua ada aturan mainnya, kita dalam hal ini mencurigai adanya dugaan permainan yang dilanggar oleh pihak rekanan,” ujarnya.
Idealnya, disebutkan Rahmad,bahan material yang diangkut itu semestinya menggunakan truk Coldisel namun kenapa harus menggunakan dump truk.
“Sederhananya pihak rekanan dalam hal ini diduga bermain disektor pemangkasan biaya angkutan bahan material,” tambahnya.
Beberapa orang warga pengguna jalan, Herman (48), Dewi (30) dan Madi (42) secara terpisah mengatakan dump truk pembawa bahan material tersebut bisa mengakibatkan kerusakan terhadap jalan yang dilintasi.
“Tadi,saat dump truk itu melintas di jalan ini ada getaran dan getarannya sangat kuat terasa, bang,” kata Dewi.
Bisa saja,permukaan jalan menjadi rusak nantinya akibat dump truk pembawa bahan material proyek itu,sebab kapasitas bebannya tak sebanding dengan beratnya beban angkutan dari dump truk itu.
“Kita sebagai pengguna jalan menginginkan agar tidak ada lagi permukaan jalan mengalami kerusakan. Proyek itu ada itu bagus,agar akses jalan penghubung menuju kearah wilayah Labuhanbatu Utara (Labura) itu bisa lancar,“ kata Herman.
Menimpali itu,Madi mengatakan agar pihak rekanan berpikir untuk menjaga keberlangsungan kualitas permukaan jalan yang sudah ada.
“Jangan dikarenakan ada proyek baru maka proyek jalan yang sudah ada ini rusak. Jika itu terjadi bisa menimbulkan gejolak, yang dirugikan pengguna jalan dan masyarakat setempat. “tutupnya.(Eko)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









