Ramainya Lalu Lalang Ponton Ancam Situs Keramat Simpang di Kayong Utara

- Editorial Team

Minggu, 28 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kayong Utara, TRIBRATA TV

Situs Simpang Keramat di Kabupaten Kayong Utara, Kalbar terancam hilang akibat aktivitas ponton yang lalu lalang membawa Bauksit.

Hal ini diketahui saat Perundohan Tanah Simpang (Pertasim) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kayong Utara meninjau kawasan Situs Simpang Keramat, Sabtu (27/5/2023). Situs yang berada di tepi sungai tersebut terancam hilang.

Dari hasil peninjauan, bibir sungai yang berdekatan dengan areal situs sudah tergerus beberapa meter. Bahkan aktivitas ponton telah merusak bekas tingkat Masjid yang tepat berada di dekat percabangan Sungai Simpang dan Sungai Matan tersebut.

“Kami tahun lalu kesini, tongkat ini masih di atas tanah jauh dari sungai, nah sekarang bisa saksikan sendiri, ini sudah jejak ke sungai bahkan itu ada yang patah dan tercebur. Ini bekas tiang Masjid Kerajaan Simpang, kalau tidak percaya silahkan buka data sejarah ada pada tahun 1823, ada lukisan dan manuskripnya,” kata Ketua Pertasim, Gusti Bujang Mas.

BACA JUGA  Pemkab Ketapang Didesak Selesaikan Proyek Mangkrak

Ia pun menunjukan bekas lokasi masjid tua simpang. “Ini bekas masjid, sedangkan keratonnya di sana”, kata Gusti Bujang Mas sambil menunjukkan lokasi.

Ia menegaskan situs ini memiliki nilai sejarah yang harus dilindungi dan dilestarikan. Pihaknya sudah koordinasi dengan Dinas Kebudayaan, dan kali ini bersama pihak Dinas Perhubungan karena lalu lintas kapal ponton adalah domainnya.

Ia berharap setelah melihat fakta lapangan, agar pihak terkait dapat melakukan mediasi dengan perusahaan agar dapat mencari solusi terbaik untuk penyelamatan areal situs.

Sementara Miftahul Huda, anggota TACB (Tim Ahli Cagar Budaya Kayong Utara) mengatakan situs Simpang Keramat memiliki nilai penting yang mengandung nilai sejarah, ilmu pengetahuan serta identitas bagi masyarakat Simpang.

BACA JUGA  Gawat, Sejak Beroperasi PT.Kimia Yasa Barito Utara Diduga Tak Miliki Ijin Pengelolaan Limbah B3

Sebab di lokasi tersebut pada abad ke 18-20 pernah menjadi pusat pemerintahan dan berlangsung 4 generasi raja.

Berawal dari Pangeran Ratu Agung Kesumaningrat, Gusti Mahmud, Gusti Muhammad Roem dan terkahir Gusti Panji.

Kemudian selanjutnya pusat pemerintahan berpindah ke Teluk Melano pada tahun 1912 hingga saat ini.

“Kawasan cagar budaya Simpang Keramat ini selain terdapat makam raja-raja Simpang dan kerabatnya, juga terdapat meriam Bujang Koreng, tiang tiang tua eks Masjid serta Keraton Simpang yang dibangun pada masa Pangeran Ratu Agung Kesumaningrat sebagai pendiri Kerajaan Simpang, lalu diperbaharui oleh Gusti Mahmud pada tahun 1814. Namun setelah meninggalnya Gusti Panji pada 1917, tempat ini perlahan ditinggalkan dan tidak terawat hingga seperti ini”, terang Huda.

Huda berharap untuk dapat menghargai dan ikut melestarikan situs Simpang Keramat mengingat jasa jasa mereka yang cukup besar.

BACA JUGA  Gazali Rahman Ajak Coblos Aspihani Ideris Agar Kabupaten Gambut Raya Segera Terwujud

Salah satunya adalah perjuangan Gusti Panji yang memimpin perang Belangkaet pada tahun 1915. Perang tersebut mengusir penjajah Belanda hingga nyawa yang menjadi taruhannya, sebab banyak yang jadi korban saat itu, termasuk Ki Anjang Samad yakni panglima perang juga turut menjadi korban. (asmun)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Meriahkan HUT Kubu Raya, Murid TK Pembina 2 Berpakaian Adat
SPBU 63.785.001 Balai Batang Ketat dalam Aturan Penjualan BBM
BP3MI Kalimantan Barat Fasilitasi Pemulangan dan Pendampingan PMI Asal Sanggau
Pangdam XII/Tpr dan Kapolda Komitmen Jaga Kondusifitas Wilayah
Terima Aduan Masyarakat, Polsek Tayan Hulu Beri Peringatan Tegas pada Pelaku PETI
Sapu Bersih, Empat Prajurit Yonif TP 833/Bumi Daranante Raih Medali Emas di Lomba Tinju Besantak Series
Cegah Karhutla Meluas, Polsek Noyan Cek 8 Titik Hotspot di Sejumlah Desa
Bupati Sanggau Tutup Gawai Nosu Minupodi XXII

Berita Lainnya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:08 WIB

Meriahkan HUT Kubu Raya, Murid TK Pembina 2 Berpakaian Adat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:14 WIB

SPBU 63.785.001 Balai Batang Ketat dalam Aturan Penjualan BBM

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:20 WIB

BP3MI Kalimantan Barat Fasilitasi Pemulangan dan Pendampingan PMI Asal Sanggau

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:08 WIB

Pangdam XII/Tpr dan Kapolda Komitmen Jaga Kondusifitas Wilayah

Senin, 13 Juli 2026 - 07:01 WIB

Terima Aduan Masyarakat, Polsek Tayan Hulu Beri Peringatan Tegas pada Pelaku PETI

Berita Terbaru

Sumatera Utara

SPN Hinai Polda Sumut Terima 103 Casis

Minggu, 19 Jul 2026 - 20:03 WIB