Labusel, TRIBRATA TV
Apa yang dilakukan oleh petani di Labuhanbatu Selatan (Labusel) ini mirip dengan kisah-kisah dalam film detektif.
Setelah kehilangan lembu, dia berusaha melacak lembunya itu secara mandiri. Hasilnya, ia bisa mendeteksi keberadaan ternak miliknya tersebut di suatu tempat, tepatnya di kawasan Sialang Bujing Kecamatan Kotapinang.
Petani itu bernama Siswandi, warga Dusun Lubuk Panjang Desa Sisumut Kecamatan Kotapinang Labusel.
Ceritanya lelaki 41 tahun ini kehilangan lembu pada Sabtu malam minggu (5/1/2025) lalu.
Dia terkejut ketika menyadari, lembunya sudah raib dari tempatnya ditambatkan di ladang Pinang Awan Desa Bunut Kecamatan Torgamba.
Mengetahui ternaknya hilang, Siswandi tak segera melaporkan peristiwa itu ke polisi. Dia berusaha melacak sendiri keberadaan lembu ke berbagai tempat.
Meski di awal-awal upayanya tak membuahkan hasil, namun Siswandi tak menyerah. Hingga akhirnya, Sabtu malam Minggu (18/1/2025), dua ekor lembu miliknya yang hilang itu ditemukan berada dibelakang salah satu rumah di kawasan Sialang Bujing Kecamatan Kotapinang.
Siswandi tak gegabah. Dia cukup hati-hati ketika melihat ternaknya berada di sana. Setelah memastikan dan yakin jika lembu itu miliknya yang hilang, lalu Siswandi didampingi Pakciknya Iwan Nasution mendatangi Polsek Torgamba pada Minggu (19/1/2025) meminta pendampingan namun ditolak. Alasannya: Polisi tidak boleh gegabah.
Kata Siswandi, pihak Polsek Torgamba hanya menyarankan supaya dibuatkan pengaduan masyarakat baru kemudian bisa dilakukan penyelidikan. Ia pun membuat pengaduan sesuai dengan surat Tanda Penerimaan Pengaduan Masyarakat STPPM Nomor 12/I/2025/SPKT Polsek Torgamba tanggal 19 Januari 2025.
Mendapat penolakan pendampingan polisi, Siswandi bersama Iwan Nasution dan seorang pengangon lembu, Akbar Andani segera bergerak ke lokasi. Sebelum masuk ke area lembu ditambatkan, Siswandi melapor ke Kepala Dusun Sialang Bujing supaya turut menyaksikan penjemputan lembu itu. Ia pun menghubungi temannya, anggota Polres Labusel secara pribadi untuk bersama mendatangi rumah terduga pelaku.
Saat sampai, mereka melihat di belakang rumah terduga pelaku, ada dua ekor lembu tertambat di pohon. Terduga pelaku yang belakangan diketahui bernama Ilham Nasution yang ditanyai mengaku tidak mengetahui siapa pemilik lembu tersebut. Ilham pun kemudian pergi meninggalkan lokasi.
Untuk memastikan siapa pemilik lembu itu, Siswandi kemudian bertanya kepada tetangga terduga pelaku. Rumah yang ditempati terduga pelaku ternyata bekas kantor desa.
Ustad Syafaruddin, tetangga terduga pelaku mengatakan kalau 2 ekor lembu itu ditambatkan dibelakang rumah mereka oleh terduga pelaku.
Akhirnya Siswandi berhasil membawa dua ekor lembunya yang hilang itu, hingga Selasa (21/1/2025) sore, ia ingin melaporkan hal itu ke Polsek Torgamba. Akan tetapi pihak Polsek menyarankan cukup dengan membuat laporan Dumas.
Saat itu kepada petugas, Siswandi meminta supaya pelaku ditangkap namun untuk kedua kalinya Siswandi mendapat jawaban yang mengecewakan.
“Kanit mengatakan, si terduga pelaku dipanggil dulu,” kata Siswandi menirukan kata-kata Kanit, Senin (27/1/2025) di Desa Asam Jawa, Labuhanbatu Selatan.
Menindaklanjutinya, Siswandi menegaskan jika saksi Syafaruddin telah diperiksa oleh Juper Polsek Torgamba bernama Dani, di Rumah makan Simaninggir Kotapinang namun pihak Polsek Torgamba sampai saat ini belum melakukan penindakan.
“Saya khawatir, si terduga pelaku itu tidak akan ditangkap, saya heran kenapa begini pelayanan Polri,”katanya seraya berharap lewat media ini, Kapoldasu dapat mengetahui dirinya tidak mendapat pelayanan yang baik di Polsek Torgamba.
Sementara Kapolsek Torgamba AKP Syamsul SH yang dihubungi lewat selularnya, Senin (27/1/2025) menjawab jika keluhan Siswandi belum diketahuinya. “Saya pastikan dulu ya bang, saya tanyakan dulu Kanit,” katanya singkat.
Sedang Ustad Syafaruddin dikonfirmasi lewat selulernya, Selasa (28/1/2025) pagi membenarkan jika dirinya telah diperiksa Juper Polsek Torgamba di Rumah Makan Simaninggir pada hari Rabu, (22/1/2025) yang lalu.
Syafaruddin juga menjelaskan dalam pemeriksaan tersebut telah menerangkan sesuai dengan kesaksian yang diketahuinya.
“Saya terangkan ke Juper, lembu itu ada dua ekor ditambatkan Ilham Nasution di belakang rumah saya, saya tegur supaya dipindahkan karena saya khawatir bau kotoran,” kata Ustad Syafaruddin.
Syafaruddin menegaskan, jika kasus itu berlanjut dirinya siap memberi kesaksian.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









