Berulang Dilanda Banjir, Warga Tukka Desak Kementrian PU Segera Selesaikan Proyek Pengendalian Banjir

- Editorial Team

Minggu, 26 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akibat Keterlambatan Kementrian PU Mengerjakan Pengendalian Banjir, Warga Tukka Setiap Hujan Menjadi Korban Bencana.
Tapanuli Tengah, TRIBRATA TV

Warga Kecamatan Tukka Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Propinsi Sumatera Utara (Sumut), kini kerap menjadi korban banjir apa bila hujan turun. Bahkan warga yang sebelumnya sempat memperbaiki rumahnya akibat banjir pada 25 Nopember 2025 lalu kembali hancur karena diterjang air sungai.

Hal ini disebabkan proyek pengerjaan pengendalian banjir oleh Kementerian PU, hingga saat ini belum kunjung selesai.

Akibatnya warga geram dan menghadang Kasubdit Wilayah I Direktorat Bina Operasi dan Pemeliharaan (Bina OP), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU, Faliansyah yang meninjau proyek itu, Rabu (22/7/2026) kemarin.

Warga mendesak Kementrian PU segera menyelesaikan proyek pengendalian banjir agar mereka tidak kembali menjadi korban.

Warga menilai pengerjaan Kementerian PU yang berkolaborasi dengan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara lamban dan tak kunjung selesai menangani proyek pembangunan pengendali banjir sehingga saat hujan turun warga terpaksa mengalami kebanjiran lagi.

Menurut warga, saat banjir pada Sabtu, 18 Juli 2026 kemarin, tanggul yang dibangun kembali jebol, banyak rumah yang sudah diperbaiki kembali rusak. Begitu juga dengan perabotan rumah banyak yang hanyut terbawa derasnya arus banjir.

BACA JUGA  Tanggul Jebol, Dua Dusun di Desa Simalas Sipispis Sergai Terendam Banjir

Kedatangan rombongan tersebut dicegat warga Tukka yang kesal dan mendesak agar Kementerian PU lebih serius dan segera menyelesaikan proyek pembangunan pengendali banjir yang ditargetkan harus selesai pada Oktober 2026 mendatang.

Salah seorang warga, Boru Hutagalung menyampaikan sudah delapan bulan pascabencana Nopember, tidak ada perkembangan dan solusi yang dilakukan pemerintah untuk menangani banjir di Kecamatan Tukka.


“Keberadaan tanggul yang jebol terus menjadi masalah. Sudah mau 8 bulan loh ini. Terus di kerok, terus dikerok, terus kerok. Banjir, banjir, banjir, banjir lagi,” ujar Boru Hutagalung dengan nada emosi.

Dijelaskannya, peristiwa pada Sabtu, 18 Juli 2026 kemarin, banjirnya sangat besar mirip seperti peristiwa banjir dan longsor Nopember 2025, hanya saja bedanya tidak ada longsor dan sedikit membawa kayu gelondongan dari hulu.

“Banjir yang datang saat ini tidak membawa gelondongan kayu, akan tetapi sepanjang aliran sungai yang dibuat tanggul dengan mengorek kembali jebol dengan derasnya air sungai, sehingga rumah warga kembali hancur lebur,” ucapnya.

Demikian juga diutarakan Boru Harahap, dia menilai hasil pekerjaan Kementrian PU di Kecamatan Tukka belum berdampak terhadap pengendalian banjir di daerah mereka. Hal itu dibuktikan setiap hujan datang hanya dalam dua jam saja, wilayah Tukka selalu kebanjiran.

BACA JUGA  Jalanan Desa Binaannya Tergenang Air, Bhabinkamtibmas Simuelue Berinisiatif Kuras Air

“Seujung rambut pun belum apa-apa ini. Belum kelihatan hasilnya. Ujung pekerjanya belum nampaklah. Jadi kami pun kurang tahu juga, progresnya gimana, kami kurang tahu juga. Padahal bulan yang lalu itu kan kemarau terus ini,” katanya.

Dia juga menilai,Kementerian PU jangan beralasan pekerjaan mereka lambat gara-gara alam, sebab bulan Juni yang lalu sedang musim kemarau di Kabupaten Tapteng.

“Baru minggu ini kan musim hujan, bulan lalu itu musim kemarau pajang, maka tidak alasan lambat gara-gara alam,” ujarnya.

Sementara Kasubdit Wilayah I Direktorat Bina OP, Direktorat Jendera SDA Kementerian PU, Faliansyah, berkilah, tanggul yang sudah dibangun berkali-kali jebol, merupakan tanggul sementara.

“Nanti kalau rencananya, pembangunannya akan dibuat dari beton, yang kalian lihat itu tadi ya, akan dibuat dari beton. Cuma memang ada proses waktu, memang itu hambatannya,” katanya.

Menurutnya, kehadirannya di lokasi proyek pengendalian banjir di Tukka untuk memberikan semangat dan dorongan kepada tim agar dibantu diperkuat.

“Itu aja intinya. Tiang beton itu tidak bisa langsung dipasang, karena kalau kita mau pasang tiang panjang, kalian tahu ini kan batu semua, tiang panjang itu tidak akan bisa masuk sampai ke bawah, akhirnya solusi terbaik adalah bikin dinding penahan tanah itu dari beton,” jelas Faliansyah.

BACA JUGA  Polda Sumut Bangun Jembatan Darurat di Tapteng, Pulihkan Akses Warga dan Jalinsum

Dijelaskannya, pembangunan proyek pengendali banjir di dilakukan melalui tiga komponen pekerjaan utama, yakni pembangunan prasarana pengendalian banjir Sungai Tukka, pembangunan sabo dam Sungai Tukka, serta pembangunan pengendalian sedimen Sungai Sigala-gala.

Sementara itu,pembangunan sabo dam di Sungai Tukka pekerjaannya dilaksanakan di kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan konsultan supervisi PT Teknika Cipta Konsultan KSO PT Gagas Alam Selaras. (Sudirman Halawa)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Abaikan Perawatan, Lahan Sawit di Afdeling 5 Kebun Mayang Dibiarkan Terlantar
Cegah Tawuran dan Balap Liar,Polres Tebing Tinggi Jaring 20 Motor Berknalpot Brong
Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia
Meriahkan Hari Jadi Ke 19, Extrim Padang Lawas Gelar Trail Adventure 3, Total Hadiah RP 50 Juta
Hadir di Tengah Masyarakat, Polres Tebing Tinggi Dukung Tabligh Akbar Majelis Taklim Muslimah Dambaan
Sorta Siahaan, Anggota DPRD Sumut Perjuangkan Ribuan Kilogram Benih Bawang Merah dan Pupuk untuk Petani Tanjungan
Tepati Janji Dua Tahun Lalu, Rapidin Simbolon Serahkan Traktor untuk Petani di Pedalaman Toba
Bupati Nias Selatan Tegaskan Ketidakhadiran Sudah Seizin Gubernur: “Saya Sudah Minta Izin dan Beliau Memaklumi”

Berita Lainnya

Minggu, 26 Juli 2026 - 10:49 WIB

Abaikan Perawatan, Lahan Sawit di Afdeling 5 Kebun Mayang Dibiarkan Terlantar

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:16 WIB

Cegah Tawuran dan Balap Liar,Polres Tebing Tinggi Jaring 20 Motor Berknalpot Brong

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:40 WIB

Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Narkotika Langkat Bagikan Perlengkapan Harian WBP dan Nutrisi Lansia

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:42 WIB

Meriahkan Hari Jadi Ke 19, Extrim Padang Lawas Gelar Trail Adventure 3, Total Hadiah RP 50 Juta

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:33 WIB

Hadir di Tengah Masyarakat, Polres Tebing Tinggi Dukung Tabligh Akbar Majelis Taklim Muslimah Dambaan

Berita Terbaru

Peristiwa

Aksi Solidaritas untuk Palestina Kembali Menggema di Jakarta

Minggu, 26 Jul 2026 - 10:32 WIB