PALEMBANG, TRIBRATA TV – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Satgas Pangan Bareskrim Polri melakukan inspeksi mendadak (sidak) besar-besaran di sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang, Rabu (24/12/2025).
Langkah ini diambil untuk menjamin ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok penting (Bapokting) menjelang puncak perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Tim yang dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumsel, Kombes Pol Bagus Suropratomo, S.I.K., didampingi Kombes Pol Winardi SH SIK MS, Satgas Pangan Bareskrim Polri, meninjau langsung aktivitas perdagangan di Pasar Lemabang, Pasar Palimo, dan Pasar 16 Ilir.
Berdasarkan hasil pantauan, stok pangan khususnya beras dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Harga jual di tingkat pedagang pun terpantau stabil dan masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Ketegasan Polda Sumsel Terkait Distribusi
Dirreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Bagus Suropratomo, S.I.K., menegaskan bahwa pihaknya proaktif mencegah adanya praktik curang di pasar.
Ia menyebutkan meski ada kenaikan pada beberapa komoditas seperti ayam, cabai, dan bawang akibat faktor cuaca di daerah sentra, namun angkanya masih dalam batas wajar.
“Kami akan terus memantau pergerakan harga dan ketersediaan stok bahan pokok di pasar-pasar. Jangan sampai ada pihak yang sengaja menimbun atau mempermainkan harga demi keuntungan pribadi. Jika ditemukan, kami tidak akan segan-segan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kombes Pol Bagus Suropratomo.
Alumni Akpol 98 ini juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu melakukan panic buying.
“Masyarakat tetap tenang, stok aman terkendali. Langkah preventif ini kami lakukan agar perayaan hari Natal dan Tahun Baru berjalan lancar tanpa hambatan pasokan,” ungkapnya.
Kombes Bagus menambahkan, diantara sejumlah Bapokting yang mengalami kenaikan seperti harga Ayam yang naik menjadi Rp29 ribu per-kilogramnya dari sebelumnya Rp26 ribu. Kenaikan juga terjadi pada Bawang Merah yang dijual di kisaran Rp50 ribu hingga Rp55 ribu perkilogram dan Bawang Putih Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.
“Kenaikan harga Bawang juga dipicu akibat faktor cuaca dan terjadinya bencana di beberapa wilayah sentra penghasil bawang di Indonesia,” jelasnya.
Pemantauan Serentak Satgas Pangan Bareskrim Polri
Senada dengan hal tersebut, perwakilan Satgas Pangan Bareskrim Polri, Kombes Pol Winardi, S.H., S.I.K., M.S., yang turut mendampingi sidak tersebut menyatakan bahwa pengawasan ini merupakan instruksi nasional.
“Hari ini secara serentak kita turun ke seluruh wilayah di Indonesia guna melakukan pemantauan terhadap harga Bapokting selama Nataru. Dari hasil pengecekan di Palembang, kenaikan harga masih dalam ambang batas yang dibenarkan dan stok tetap tersedia mencukupi bagi kebutuhan warga,” ungkap Kombes Pol Winardi.
Hingga saat ini, Tim Satgas Pangan tidak menemukan adanya indikasi penimbunan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Pengawasan akan terus diperketat di pasar-pasar utama guna memastikan rantai distribusi pangan dari produsen ke konsumen tetap lancar hingga awal tahun mendatang.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









