Labuhanbatu, TRIBRATA TV
Gelombang aroma busuk peredaran narkoba jenis sabu yang kerap disebut “Garam Cina” di wilayah Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, kembali mulai terendus menyeruak ke permukaan. Warga mulai resah setelah muncul gelombang perebutan “tongkat kuasa” jaringan pengedar yang kian memanas.
Nama baru stock lama, disebut-sebut muncul ke permukaan, bahkan diduga melibatkan “penguasa luar” yang mulai ikut mengatur jalur peredaran di Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera.
Informasi yang dihimpun dari warga ramai menyebutkan, pasca melemahnya pemain lama, jaringan baru diduga mulai menyusup ambil peran. Mereka diduga saling sikut demi menguasai wilayah strategis peredaran sabu di Panai Hulu. Akibatnya, aktivitas transaksi kian terang-terangan, seolah tak lagi takut hukum.
“Sekarang ini seperti rebutan lapak. Yang lama mulai redup pelan – pelan, yang baru masuk lebih beringas. Sore menjelang malam makin ramai orang asing keluar – masuk kampung,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan karena takut ancaman, Senin (23/2/2026).
Lebih miris lagi, warga mencium aroma adanya peran “penguasa luar” yang diduga ikut menyokong peredaran, baik dari sisi pasokan maupun perlindungan jaringan.
Jika dugaan ini benar, maka Panai Hulu bukan lagi sekadar ladang empuk pengedar lokal, tapi sudah menjadi bagian dari mata rantai peredaran narkoba lintas wilayah.
Kondisi ini memantik amarah publik. Warga mempertanyakan keberanian aparat penegak hukum, khususnya jajaran Polsek Panai Tengah di bawah naungan Polres Polres Labuhanbatu. Mereka menilai, maraknya peredaran sabu dan perebutan kekuasaan jaringan narkoba adalah bukti lemahnya penindakan serius di lapangan.
“Kalau aparat sungguh-sungguh, mana mungkin jaringan ini tumbuh subur. Jangan sampai publik curiga, ada yang ‘main mata’ atau sengaja tutup mata,” cetus tokoh masyarakat setempat dengan nada geram.
Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya, melalui Kasat Res Narkoba, AKP Hardiyanto yang akrab disapa “Bang Didot” dikonfirmasi via WhatsApp dimintai tanggapannya menjawab singkat, “Nanti sabar dulu ya bro…Karna masih kami dalami.
Warga mendesak aparat tak hanya menunggu laporan, tetapi aktif melakukan pengintaian, penggerebekan, serta membongkar aktor-aktor besar di balik peredaran “Garam Cina” di Panai Hulu. Jangan sampai wilayah ini berubah menjadi “ladang emas” bandar narkoba, sementara generasi muda jadi korban.
“Jika situasi ini terus dibiarkan, bukan tak mungkin perebutan tongkat kuasa jaringan narkoba akan memicu konflik terbuka antar kelompok, dan Panai Hulu kembali tercatat sebagai “zona merah’ peredaran sabu. Aparat diminta segera turun tangan, bukan sekadar hadir saat situasi sudah viral,” ujar warga. (Kholik Saragih)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








