Sitaro, TRIBRATA TV
Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) jumlah penumpang transportasi laut mulai menunjukkan kenaikan. Salah satunya yakni jalur kapal feri mengalami peningkatan.
Namun sangat disayangkan ditengah penumpang yang mengalami kenaikan, kapal cepat yang seharusnya mengangkut penumpang tidak beroperasi sementara waktu karena kehabisan BBM. Hal ini pun menyebabkan ratusan penumpang menumpuk.
Hal ini menjadi perhatian, Sumitro Jacobus, Ketua DPD Nasdem Sitaro.
Ia mengatakan hal ini perlu menjadi perhatian serius dari pemerintah.
“Harus ada perhatian dari pemerintah, pemerintah menyiapkan pelayanan kepada masyarakat. Memang perhelatannya ya sekarang ini sudah waktunya pulang kampung mudik nataru, jadi otomatis penumpangnya membludak, “tuturnya.
Ia dorong pemerintah harus peduli untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.
“Di hari-hari besar saat ini, seharusnya ada persiapan ekstra angkutan laut untuk mengangkut pemumpang-penumpang, “tambahnya.
Senada dengan itu Sumitro juga mengungkapkan dalam pelayaran pun harus terapkan prokes yang ketat.
“Meskipun masih dalam kondisi pandemi Covid–19, keselamatan dan keamanan serta kenyamanan untuk para penumpang merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan angkutan Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 kali ini dengan wajib menerapkan protokol kesehatan dan jaga jarak,” jelasnya.
Diketahui saat ini pemerintah sudah menyediakan armada yang akan beroperasi dari Pelni yaitu KM Sabuk Nusantara.
“Sangat baik dengan adanya kapal Pelni tersebut, namun saat ini sosialisasinya kurang, pelayanannya pun kurang maksimal mengapa?, karena dinilai merepotkan penumpang. Penumpang harus turun dari jam 2 atau 3 sore, nanti naik ke kapal menggunakan tambangan jam 6, dan kapal nanti berangkat jam 11, sungguh sangat repot karena harus menunggu berjam-jam. Memang dipermudah dengan biaya yang murah tapi jika pelayanannya seperti itu orang akan beralih ke kapal cepat karena praktis,”tegasnya.
Sementara Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Sitaro, Agus Tony Poputra menyampaikan saat ini memang jatah subsidi BBM untuk kapal cepat sudah habis.
“Dari BBM subsidi jatah sudah selesai bulan ini, sedangkan jika membeli BBM normal dua kali lipat harganya, “tutur Asisten II.
Hal ini juga menjadi perhatian serius dari Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro yang berkordinasi dengan perusahaan pelayaran.
“Ini sangat mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dalam Hal ini Ibu Bupati, beliau sudah telepon ke pengusaha-pengusaha dan ada informasi juga pak gubernur sedang menyurati BPH Migas supaya ada ekstra kuota untuk memfasilitasi kapal cepat ini, kita doakkan saja, “ungkapnya.
Mengenai penerapan protokol kesehatan di wilayah pelabuhan, dalam hal ini Dinas Perhubungan juga berkordinasi dengan stakeholder terkait agar selalu dapat menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan ketat.
“Kegiatan vaksinasi pun tahap demi tahap telah dijalankan dan dalam mendukung semua program pemerintah perlu adanya partisipasi dari masyarakat dalam penanganan covid-19 ini. Salah satu bentuk partisipasi masyarakat yaitu tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan baik yaitu dengan menggunakan masker dan jaga jarak, penumpang yang pergi maupun datang dari luar daerah harus wajib menunjukkan surat/sertifikat vaksin, “tegasnya. (Jemmi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









