Sitaro, TRIBRATA TV
Upaya pemulihan pasca bencana erupsi Gunung Ruang terus dikebut oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Setelah beberapa bulan berlalu sejak erupsi pada April 2024, proses distribusi bahan bangunan terutama seng kini memasuki tahap percepatan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera terpenuhi.
Kepala BPBD Sitaro, Joicson Sagune, ST, menjelaskan kegiatan distribusi seng merupakan bagian dari tindak lanjut program pemulihan pascabencana yang menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Pada Rabu, 22 Oktober 2025, kami kembali melakukan penyaluran seng untuk beberapa kampung terdampak di Pulau Tagulandang,” ujar Sagune dalam keterangan resminya.
Menurut data BPBD, jumlah seng yang didistribusikan kali ini mencapai 7.283 lembar, terdiri atas Tulusan 6.996 lembar, Mahangiang 64 lembar, dan Botto 223 lembar. Jika ditotal dengan pengiriman sebelumnya pada 21 Oktober sebanyak 4.000 lembar, maka total dropping seng hingga hari ini mencapai 11.283 lembar. “Kami berupaya agar semua wilayah terdampak segera mendapat bagian sesuai kebutuhan,” tambah Sagune.

Sejumlah kampung yang telah menerima distribusi antara lain Lumbo, Bawo, Bahoi, Barangkapehe, Tulusan, Mahangiang, dan Botto. Namun, BPBD mengakui masih terdapat delapan kampung dan satu kelurahan yang belum mendapatkan jatah seng. “Distribusi dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi akses dan kesiapan lokasi penerima,” jelasnya.
Distribusi seng ini tidak sekadar bantuan material, tetapi juga menjadi simbol semangat kebangkitan masyarakat Sitaro setelah bencana besar. Warga yang rumahnya rusak akibat lontaran material vulkanik dan hujan abu kini perlahan dapat memperbaiki tempat tinggal mereka. Pemerintah berharap, proses ini bisa mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Joicson menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan perangkat kampung agar proses penyaluran berjalan tepat sasaran. “Kami ingin memastikan tidak ada yang terlewat. Semua warga terdampak harus menerima bantuan sesuai pendataan,” katanya menegaskan.
Langkah BPBD Sitaro ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam memulihkan kehidupan pasca bencana. Meski perjalanan masih panjang, namun semangat gotong royong dan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar Pulau Tagulandang dapat kembali bangkit lebih kuat dari sebelumnya. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









