Temanggung,TRIBRATA.TV – Pembangunan Jembatan Bailey di Dusun Banjaran, Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, kini memasuki tahap akhir dengan progres mencapai hampir 100 persen. Jembatan darurat yang dibangun oleh personel Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 4/Tanpa Kawandya (TK) Banyubiru tersebut diproyeksikan selesai dalam satu hari ke depan dan segera dapat difungsikan untuk melayani mobilitas masyarakat.
Pembangunan jembatan dilakukan atas perintah Kodam IV/Diponegoro sebagai langkah cepat penanganan dampak bencana yang menyebabkan jembatan lama roboh. Kerusakan jembatan sebelumnya mengakibatkan terputusnya akses utama yang selama ini digunakan warga Dusun Banjaran dan sekitarnya untuk menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

Jembatan Bailey yang dipasang memiliki konstruksi modular dan dirancang mampu menahan beban kendaraan hingga enam ton. Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat mengembalikan kelancaran arus transportasi warga sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian, perdagangan, serta aktivitas ekonomi lainnya yang sempat terganggu akibat putusnya akses penghubung.
Komandan Tim Yonzipur 4/TK Banyubiru, Letda Czi Gatot Lestari, mengatakan pengerjaan jembatan berjalan sesuai target berkat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Selama proses pembangunan berlangsung, personel TNI yang bertugas juga mendapatkan bantuan dan sambutan hangat dari warga.
“Selain mempererat silaturahmi, kami juga merasakan keakraban yang luar biasa dari masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan penerimaan warga selama proses pengerjaan berlangsung,” kata Gatot, Minggu (21/6/2026).
Menurut Gatot, semangat gotong royong dan antusiasme warga menjadi faktor penting yang membantu kelancaran pekerjaan di lapangan. Dukungan tersebut juga menjadi motivasi tersendiri bagi para prajurit untuk menyelesaikan pembangunan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sejak jembatan lama ambruk, warga harus mencari jalur alternatif yang membutuhkan waktu tempuh lebih lama. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas harian masyarakat, termasuk akses menuju fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, dan pusat perekonomian.
Karena itu, penyelesaian Jembatan Bailey menjadi harapan besar bagi warga untuk kembali memperoleh akses transportasi yang aman dan memadai. Dengan kapasitas yang dimiliki, jembatan sementara tersebut diharapkan mampu menjadi solusi efektif hingga pembangunan jembatan permanen dapat direalisasikan.
Pembangunan Jembatan Bailey di Dusun Banjaran ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua pekan sejak pekerjaan dimulai. Setelah selesai dan dinyatakan layak digunakan, jembatan akan segera dibuka untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat serta mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi pascabencana di wilayah tersebut.(Dik.)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









