Sitaro, TRIBRATA TV
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang dan Biaro,( Sitaro) sebuah harapan datang melalui tangan negara. Melalui kegiatan Penyaluran Bantuan Atensi oleh Sentra “Tumou Tou” Kementerian Sosial RI pada Selasa 20 Mei 2025 di Kantor Bupati Kepulauan Sitaro, masyarakat merasakan sentuhan empati dari pemerintah. Total bantuan senilai Rp52.876.000 menjadi bukti bahwa negara tidak tinggal diam terhadap kebutuhan warganya.
Kepala Sentra Tumou Tou Manado, Dra. Meerada Saryati Aryani, M.Si, yang diwakili oleh Kepala Tata Usaha, Den Ardani Sujatmiko, menegaskan bahwa bantuan ini bukan asal diberikan. “Kita berpijak pada hasil asesmen dan data dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa bantuan diberikan secara selektif sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat yang sudah diverifikasi.
Dari 30 penerima manfaat, 23 berasal dari Pulau Siau dan 7 dari Pulau Biaro. Penyaluran bantuan di Biaro akan dilakukan melalui jalur laut, dan penyerahannya direncanakan keesokan hari dengan dokumentasi dan administrasi lengkap. Prosedur yang disiplin menjadi bagian penting agar transparansi tetap dijaga.

Bantuan yang diberikan tak hanya berupa sembako atau nutrisi, melainkan juga sarana kewirausahaan seperti warung sembako. Hal ini menunjukkan pendekatan jangka panjang yang mendorong kemandirian masyarakat, bukan hanya sekadar bantuan konsumtif.
“Baru 30 penerima manfaat saat ini,” ujar Den Ardani. “Kami harap tahun ini bisa dua kali, asalkan datanya terkumpul lagi dengan valid.” Harapan ini mencerminkan tekad Kementerian Sosial untuk menjadikan bantuan bukan agenda sekali jalan, tapi bagian dari pembangunan sosial berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, sosialisasi masih menjadi tantangan. Banyak masyarakat belum paham perbedaan bantuan ATENSI dengan program lain seperti PKH atau BPNT. ATENSI sendiri adalah singkatan dari Asistensi Rehabilitasi Sosial yang bersifat kasus per kasus, bukan bantuan rutin. Ini perlu dipahami agar tak ada salah persepsi di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro pun diharapkan aktif menghimpun data sosial masyarakat yang layak menerima bantuan. Kerja sama lintas instansi menjadi penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Bantuan ATENSI turut mencakup alat bantu aksesibilitas serta permakanan, menunjukkan komitmen pemerintah terhadap kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas. Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk penghargaan terhadap hak hidup yang layak bagi semua kalangan.

Pendekatan berbasis asesmen dan validasi menggambarkan profesionalisme dalam birokrasi sosial. Tidak ada bantuan yang diberikan berdasarkan subjektivitas atau tekanan. Ini menciptakan sistem yang adil dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penyaluran bantuan ATENSI menjadi simbol hadirnya keadilan sosial di daerah kepulauan yang kerap luput dari perhatian. Melalui pendekatan manusiawi dan berbasis data, negara membuktikan kehadirannya bagi mereka yang paling membutuhkan, bahkan di pulau-pulau terjauh. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








