Sitaro, TRIBRATA TV
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sulawesi Utara, khususnya Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Hujan deras yang berlangsung selama sebulan terakhir, ditambah dengan angin kencang, meningkatkan risiko bencana alam seperti banjir dan longsor.
Ketua DPRD Sitaro, Djon Ponto Janis, SH, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir. “Kami mengimbau seluruh warga agar lebih berhati-hati, terutama yang bermukim di lereng gunung dan daerah dataran rendah. Cuaca yang tidak menentu ini bisa berpotensi membahayakan keselamatan,” ujarnya pada Jumat (21/3/2025).
BMKG dalam rilis resminya pada pukul 11.06 WITA menyebutkan hujan diperkirakan masih akan mengguyur beberapa wilayah Sulut hingga pukul 14.15 WITA. Hujan ini berpotensi disertai petir dan angin kencang, dengan kecepatan angin di Sitaro diperkirakan mencapai 30 km/jam. Kondisi ini memperbesar risiko tumbangnya pohon serta terganggunya aktivitas transportasi darat dan laut.
Masyarakat yang berencana bepergian diminta lebih waspada terhadap kondisi jalan yang licin dan kemungkinan adanya pohon tumbang. Pengendara, baik roda dua maupun roda empat, disarankan untuk mengurangi kecepatan dan selalu memperhatikan kondisi sekitar. “Kami berharap pengendara lebih berhati-hati di jalan, karena hujan deras dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan,” tambah Djon Ponto Janis.
Sementara itu, bagi para nelayan yang hendak melaut, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri. Gelombang tinggi dan angin kencang dapat membahayakan keselamatan para pelaut. Oleh karena itu, pemerintah daerah mengimbau agar nelayan mempertimbangkan kembali aktivitas melaut hingga kondisi cuaca membaik.
Selain itu, warga di daerah perbukitan dan lereng diharapkan lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya longsor. Material tanah yang jenuh akibat curah hujan tinggi dapat dengan mudah bergerak dan menyebabkan bencana. Jika terjadi tanda-tanda pergerakan tanah, masyarakat diharapkan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah bersiaga untuk menghadapi dampak dari cuaca ekstrem ini. Masyarakat diharapkan untuk terus memantau informasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG dan segera melaporkan kejadian darurat kepada pihak berwenang. Dengan langkah antisipasi yang tepat, diharapkan bencana akibat cuaca buruk dapat diminimalisir.
Semoga masyarakat Sulawesi Utara khususnya Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro tetap waspada dan selalu dalam keadaan aman di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu ini. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









