Yogyakarta, TRIBRATA TV
Udara pagi yang masih dingin menyelimuti kawasan Kauman, Yogyakarta, Jumat (20/3/2026). Namun suasana di serambi Masjid Gedhe Kauman justru terasa hangat. Ratusan jemaah berkumpul usai menunaikan salat Subuh untuk mengikuti tradisi khas yang telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu: Oblok-oblok 1 Syawal.
Di tengah kebersamaan itu, jemaah duduk berjejer sederhana. Hidangan pun dibagikan—roti tawar yang disiram kuah santan hangat. Meski tampak sederhana, sajian ini memiliki makna mendalam sebagai simbol rasa syukur setelah sebulan penuh menjalankan ibadah Ramadan.
Tradisi yang telah ada sejak era 1980-an ini selalu dinantikan. Tak hanya warga sekitar, jemaah dari berbagai daerah juga datang untuk merasakan suasana khas tersebut. Antusiasme terlihat jelas, ratusan porsi hidangan yang disediakan panitia habis dalam waktu singkat.
Bagi sebagian jemaah, Oblok-oblok bukan sekadar menikmati kuliner unik, tetapi juga momen untuk mempererat silaturahmi. Setelah menyantap hidangan, mereka saling bersalaman dalam prosesi halal bihalal. Tanpa sekat usia maupun latar belakang, satu per satu saling memaafkan dengan tulus.
Di tengah perubahan zaman, tradisi ini tetap bertahan dengan kesederhanaannya. Justru di situlah letak kekuatannya—menghadirkan rasa kebersamaan, kehangatan, dan nilai kemanusiaan yang kerap dirindukan.
Oblok-oblok 1 Syawal bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang bagaimana masyarakat merawat hubungan, menyatukan hati, dan menyambut hari kemenangan dengan penuh makna.(Didik)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









