Tapteng, TRIBRATA TV
Masyarakat Desa Sorkam Kanan, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Propinsi Sumatera Utara (Sumut), sudah berpuluh tahun sering gagal panen padi akibat tidak adanya aliran air yang menuju ke persawahan. Selama ini mereka hanya mengandalkan air hujan saja.
Akan tetapi sejak pada tahun 2015 lalu Pemerintah Propinsi Sumut, membangun irigasi untuk mengatasi gagal panen tersebut. Awalnya pembangunan irigasi disambut baik oleh seluruh masyarakat setempat. Mereka berharap dengan adanya irigasi akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan hasil panen di persawahan mereka.
Namun apa yang menjadi harapan masyarakat Desa Sorkam Kanan, yang berpenduduk 1.325 jiwa ini akhirnya kandas akibat irigasi yang sejak awal dibangun tidak pernah berfungsi sama sekali.
Ketua Dewan Pimpinan Kecamatan Sorkam Barat, Pelita Prabu, Relawan Prabowo-Gibran, Abriansyah Hutagalung (50) kepada jurnalis TRIBRATA TV, Kamis (20/2/2025), menjelaskan terkait pembangunan urigasi tersebut.
Sejak dibangun pada tahun 2015 lalu sama sekali tidak pernah berfungsi. Akhirnya seluruh warga di Desa Sorkam Barat, setiap tahunnya gagal panen.
”Kami tidak pernah merasakan manfaat irigasi. Pada hal saat dibangun kami sangat senang karena yakin hasil panen persawahan kami akan semakin meningkat,” kata warga.
Namun ternyata kendati bangunannya telah selesai, irigasi yang diharapkan tidak pernah terwujud. “Air tidak pernah mengalir ke sawah, kami hanya mengharapkan air hujan saja, akibatnya kamo sering gagal panen,” ucap Abriansyah.
Ironis, kata Abriansyah lagi, selama tidak berfungsinya irigasi tersebut, tidak ada kepedulian dari Pemerintah Desa Sorkam Kanan. Padahal keluhan kekurangan air selalu disampaikan.
“Kalau irigasi itu berfungsi pak, maka kami bisa panen 5 kali dalam dua tahun, namun kenyataan saat ini kami hanya bisa panen sekali setahun, itupun hasilnya tidak seberapa bahkan lebih sering gagal panen,”ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut Kepala Desa Sorkam Kanan, Surawardi ikut membenarkan kondisi irigasi yang sejak dibangun sama sekali tidak pernah berfungsi bahkan dia juga merasa kecewa dan tidak mampu berbuat banyak akan kondisi yang sering terjadi di daerahnya.
“Benar pak masyarakat Desa Sorkam Kanan, sudah sering mengeluh akibat sering gagal panen sebab kondisi air tidak ada sama sekali mengalir di persawahan mereka. Irigasi yang dibangun oleh Pemerintah Propinsi Sumut dari Dinas Pertanian pada tahun 2015, sama sekali tidak pernah berfungsi semenjak saya menjadi Kades selama dua periode di Desa Sorkam Kanan. Saya juga sudah tidak tau berbuat apa lagi pak, kalau masyarakat mengeluh gagal panen maka saya hanya diam dan tidak mampu berbuat banyak, mata pencarian seluruh warga Desa Sorkam Kanan mayoritas sebagai petani dan luas persawahan di daerah saya 205 hektar,” kata Kades.
Dia juga mengaku sudah beberapa kali melaporkan hal ini kepada Pemkab Tapteng, akan tetapi hingga saat ini belum ada tanggapan. Bahkan Kades juga sudah pernah memberitahukan kondisi irigasi yang tidak berfungsi tersebut kepada Pemerintah Propinsi Sumut.
“Saya berkali kali memberitahukan kondisi yang sangat memprihatinkan ini baik kepada Pemkab Tapteng dan Pemerintah Propinsi, namun tidak ada sama sekali upaya atau tundakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Bahkan saat Musrembang juga berkali kali saya menyampaikan agar irigasi secepatnya di perbaiki, sebab masyarakat sudah bertahun tahun mengeluh dan sawah mereka sering gagal panen,” ujar Kades.(Sudirman Halawa)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









