MBG Bukan Musuh Pendidikan, Melainkan Investasi SDM Masa Depan

- Editorial Team

Jumat, 20 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh; Sukamto

Perdebatan sengit mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) versus dunia pendidikan mencapai titik didih presiden Prabowo menanggapi dengan serius bahkan memerintahkan stafnya untuk mengumpulkan data berita penolakan program MBG untuk bahan evaluasi.

Seperti yang diketahui berbagai kalangan akademisi tokoh masyarakat dan terakhir dari Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto memberikan kritik keras terhadap program unggulan Presiden Prabowo, media sosial dipenuhi pertanyaan tentang mengapa kebutuhan alat tulis siswa miskin belum terpenuhi, sementara anggaran MBG yang besar tetap berjalan dengan tenang.

BACA JUGA  Ketua Komisi I DPRD TTS Resmi Sandang Gelar Doktor

Tragedi seorang siswa YBR di Nusa Tenggara Timur yang tak mampu membeli alat tulis sekolah, menjadi tamparan keras bagi potret dunia pendidikan kita.

Namun, kita perlu menarik napas sejenak dan melihat data secara objektif. Pemerintah sebenarnya memiliki beragam bantuan sosial seperti PKH, BLT, Kartu Indonesia Pintar, PIP, dan lainnya. Ini mengindikasikan bahwa masalahnya bukan semata-mata pada kebijakan nasional, melainkan pada data dan implementasi di tingkat daerah.

BACA JUGA  Keren! SDN 173144 Silangkitang Uji Coba Metode Pembelajaran di Luar Kelas

Di sisi lain, MBG diprogramkan untuk memutus mata rantai stunting dan meningkatkan kualitas SDM serta tumbuh kembang anak. Dengan memberikan asupan gizi yang cukup, diharapkan anak-anak dapat belajar lebih baik dan meraih prestasi yang lebih tinggi.

Dengan demikian, jelas bahwa MBG bukanlah lawan dari dunia pendidikan, melainkan justru pendukung. Program ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

BACA JUGA  3 Tahun Putus Sekolah, Bocah 8 Tahun Kembali Bersekolah

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Mengawal Kritik dengan Nurani, Menghargai Pengabdian BPBD di Tengah Ujian Bencana
Saat Kertas Administrasi Kalah Oleh Perut Lapar, Membaca Makna di Balik Senyum Warga Aceh Tamiang
Jalanan Panas, Ekonomi Tertekan: Siapa Bermain di Balik Gelombang Demonstrasi?”
Kemanusiaan yang Kalah oleh Kertas, Mengapa Dana Banjir Aceh Tamiang Macet di Labirin Birokrasi Jakarta?
Mencuci Uang di Negeri Sendiri
JKA di Persimpangan Jalan, Kemenangan Aspirasi Publik atau Sekadar Penundaan Krisis Anggaran?
JKA di Persimpangan Jalan, Antara Efisiensi Anggaran dan Pengkhianatan Mandat Rakyat
Refleksi Peringatan Hari Buruh Nasional Dalam Konteks Profesi Jurnalisme
Tag :

Berita Lainnya

Senin, 20 Juli 2026 - 09:41 WIB

Mengawal Kritik dengan Nurani, Menghargai Pengabdian BPBD di Tengah Ujian Bencana

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:42 WIB

Saat Kertas Administrasi Kalah Oleh Perut Lapar, Membaca Makna di Balik Senyum Warga Aceh Tamiang

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:24 WIB

Jalanan Panas, Ekonomi Tertekan: Siapa Bermain di Balik Gelombang Demonstrasi?”

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:10 WIB

Kemanusiaan yang Kalah oleh Kertas, Mengapa Dana Banjir Aceh Tamiang Macet di Labirin Birokrasi Jakarta?

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:33 WIB

Mencuci Uang di Negeri Sendiri

Berita Terbaru