Ancam Mogok Kerja, TKS RSUD Rantauprapat Desak DPRD Selesaikan Nasib Mereka

- Editorial Team

Senin, 19 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Labuhanbatu, TRIBRATA TV

Aliansi Tenaga Kerja Sukarelawan (TKS) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Labuhanbatu, berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Senin (19/9/2022).

Aksi ini digelar terkait nasib ratusan TKS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, yang tidak bisa mengikuti seleksi Penerimaan Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) yang dibuka Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MEN-PANRB) perihal pendataan Tenaga Non ASN di lingkungan Instansi Pemerintah.

Hal itu didasarkan pada surat pemberitahuan yang dikeluarkan Bupati Labuhanbatu No. 800/4022/BKPP-III/2022 tertanggal 15 Agustus 2022 perihal Pendataan Tenaga Non Asn di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.

BACA JUGA  Mahasiswa Mogok Makan Diintimidasi, Tolak Bertemu Rektor UINSU

Salah satu point dalam surat pemberitahuan tersebut bertuliskan, harus berstatus Tenaga Honorer Kategori II (TH K-2) yang terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara dan Pegawai Non ASN yang telah bekerja pada instansi pemerintah.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut TKS dan GMNI Labuhanbatu menuntut DPRD memanggil Direktur RSUD Rantau Prapat untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Mereka juga minta DPRD mengawasi pendataan Tenaga Honorer P3K di RSUD Rantau Prapat agar tidak ada 
diskriminasi dan nepotisme.

BACA JUGA  Pelaku Curanmor dan Penadah Digulung Polisi

“Ketenaga kerjaan adalah segala hal yang berhubungan dengan tenaga kerja pada waktu sebelum, selama, dapat sesudah masa kerja,” tulis mereka dalam tuntutannya. 

Aksi juga mendesak DPRD memikirkan nasib TKS RSUD Rantau Prapat, jika tidak ditindak lanjuti mereka mengancam akan mogok kerja bersama. 

Ketua DPC GMNI Hamdani Hasibuan mendesak dewan memanggil Direktur Rumah RSUD karena diduga terjadi kejahatan perbudakan moderen pada TKS rumah sakit itu.

“Kita duga hal ini adalah bentuk pembodohan yang juga sebagai kejahatan human trafficking,” tegasnya.

Sementata Sekretaris GMNI Labuhanbatu, Amos P Sihombing, meminta masalah ini dapat terselesaikan. (kholik)

BACA JUGA  Bupati Humbahas Sampaikan Jawaban Pengantar Ranperda PAPBD

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Proyek Revitalisasi SMPN 44 Medan Biaya 3,1 M Tidak Transparan, Dana BOS Dipertanyakan ‎
Warga Medan Meninggal Tenggelam di Bukit Lawang
Wisatawan 63 Tahun Meninggal Usai Alami Kejang di Area Parkir Pantai Drini
‎Sadis, 50 Orang Suruhan GS Culik dan Bacok Adik Anggota TNI
Petani di Karo Dibunuh 2 Pria, Jasad Dibuang di Bawah Jembatan Pancur Batu
Bus PO Palala Padang-Jakarta Terbakar di Muba, 38 Penumpang Selamat
Halangi Pemasangan Plang, Warga Gowa Dikeroyok dan Dibusur
Api Misterius Terus Muncul di Rumah Agus Yani Sleman, Ahli Pertanyaan Dugaan Gas Metana

Berita Lainnya

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:11 WIB

Proyek Revitalisasi SMPN 44 Medan Biaya 3,1 M Tidak Transparan, Dana BOS Dipertanyakan ‎

Senin, 1 Juni 2026 - 18:35 WIB

Warga Medan Meninggal Tenggelam di Bukit Lawang

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:57 WIB

Wisatawan 63 Tahun Meninggal Usai Alami Kejang di Area Parkir Pantai Drini

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:09 WIB

‎Sadis, 50 Orang Suruhan GS Culik dan Bacok Adik Anggota TNI

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:15 WIB

Petani di Karo Dibunuh 2 Pria, Jasad Dibuang di Bawah Jembatan Pancur Batu

Berita Terbaru

error: Content is protected !!