Sitaro, TRIBRATA TV
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menjadi saksi sejarah penting dengan digelarnya diskusi buku karya penulis Spanyol, Juan Carlos Rey, pada Sabtu, 18 Januari 2025. Bertempat di Media Center, Kompleks Kantor Bupati Ondong Siau, acara ini menyoroti hubungan diplomasi unik antara Siau dan Spanyol dalam rentang waktu 1581-1677.
Acara yang dibuka oleh Pj Bupati Drs. Joi Eltiano Bernadin Oroh melalui Staf Ahli Joice Kumaat ini menjadi ajang refleksi sejarah yang jarang disorot. “Sebuah Aliansi di Laut Sulawesi” berhasil mengangkat hubungan strategis antara kerajaan kecil di Sulawesi dengan salah satu kekuatan dunia saat itu, Spanyol, yang melibatkan persaingan geopolitik global di kawasan Asia Tenggara.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Siau Tagulandang Biaro, Dolly Polimpong, melalui Sekretaris Dinas Harold J. Kalangit, menekankan pentingnya diskusi ini. “Buku ini membuka perspektif baru tentang bagaimana pengaruh internasional memainkan peran di wilayah yang selama ini kurang terekspos,” ujarnya.
Melalui penelitian mendalam, Rey menunjukkan bahwa Siau memiliki posisi strategis di Laut Sulawesi yang menjadikannya mitra penting bagi Spanyol. Tidak hanya sekadar aliansi politik, hubungan ini mencerminkan dinamika perdagangan, budaya, hingga agama di kawasan tersebut.

Lebih dari sekadar mengenang masa lalu, acara ini diharapkan membangkitkan kesadaran generasi muda akan pentingnya memahami sejarah lokal sebagai bagian dari narasi dunia. “Diskusi ini memperlihatkan bahwa nenek moyang kita pernah memainkan peran signifikan dalam sejarah global,” tambah Kalangit.
Christian Tamalonggehe, seorang guru sejarah di SMP Negeri 1 Siau Timur, menyebut acara ini sebagai momen penting bagi masyarakat Siau. “Sejarah yang diangkat dalam buku ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai warga Siau,” katanya dengan antusias.
Diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersama berbagai dinas lain seperti Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, acara ini menjadi wujud nyata kerja sama lintas sektor untuk mempromosikan edukasi sejarah dan budaya.

Harold Kalangit menambahkan bahwa acara seperti ini dapat mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah. “Diskusi budaya seperti ini tidak hanya mengedukasi tetapi juga memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap warisan lokal,” ujarnya.
Antusiasme tinggi juga datang dari masyarakat umum yang melihat acara ini sebagai momentum langka. Para peserta tidak hanya diajak untuk belajar tentang sejarah, tetapi juga merenungkan bagaimana warisan leluhur dapat menjadi inspirasi masa kini.
Diskusi buku “Sebuah Aliansi di Laut Sulawesi” memberikan perspektif baru bagi masyarakat Siau dalam memahami pentingnya peran leluhur mereka dalam percaturan dunia internasional. Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sejarah sebagai bekal membangun masa depan.
Dengan menghidupkan kembali cerita tentang Siau dan Spanyol, diskusi ini mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan menggali sejarah lokal sebagai aset berharga.
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









