Medan, TRIBRATA TV
Jalan Muspika Gang Cemara IV, Kampung Banten, Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis, masih lengang ketika suara motor trail KLX memecah udara pagi.
Waktu baru menunjukkan pukul 06.00 WIB, Minggu, 16 November 2025, saat tiga pria bersenjata tajam kembali menambah daftar panjang aksi begal di kawasan ini.
Korban kali ini, Rizky Kurniawan (27), warga Pangkalan Susu, Langkat, baru saja memulai hari. Ia hendak berangkat memancing. Namun langkah paginya berubah menjadi teror ketika sekelompok pria tiba-tiba menghadang.
“Pelaku naik motor KLX, langsung menghadang korban. Karena pelaku mengacungkan senjata tajam, korban panik dan lari meninggalkan sepeda motornya. Motor itu langsung dibawa kabur,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batang Kuis, Ipda Tabi’ul Hidayat.
Motor korban, Honda Scoopy BK 5372 PBP, lenyap seketika. Salah satu CCTV di sekitar lokasi disebut menangkap gerak para pelaku—rekaman yang kini menjadi bagian penting proses penyelidikan Polsek Batang Kuis.
Namun bagi warga, rekaman CCTV bukan lagi menenangkan. Justru sebaliknya, jadi bukti betapa berulangnya kejahatan yang sama. Seakan para pelaku sudah “ketagihan” beraksi.
Berulangkali, para begal ini datang, menyasar warga pada jam-jam lengah: dini hari, tengah malam, dan kini bahkan pagi buta.
Kecamatan Batang Kuis— yang dulu dikenal sebagai kawasan penyangga bandara dan jalur aktivitas harian -kini memikul label baru: daerah rawan dengan tingkat ketakutan yang terus meningkat. Warga mengaku kian resah. Setiap deru knalpot di kejauhan selalu memancing waspada. (Red)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








