Gunungkidul,TRIBRATA TV – Sebanyak 5.400 guru Taman Kanak-Kanak (TK) yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memadati Stadion Gelora Handayani, Kabupaten Gunungkidul, Sabtu (16/5/2026). Kehadiran ribuan guru tersebut dalam rangka puncak peringatan HUT ke-76 IGTKI PGRI yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempertegas peran strategis pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Ketua Panitia, Sigit Prawoto, mengatakan antusiasme peserta sangat tinggi dengan kehadiran guru TK dari seluruh kabupaten dan kota di DIY.
“Berdasarkan data panitia, partisipasi peserta terdiri dari Kabupaten Sleman sebanyak 2.152 guru, Bantul 1.255 guru, Gunungkidul 948 guru, Kota Yogyakarta 586 guru, dan Kulon Progo 491 guru,” ujar Sigit dalam laporannya.
Selain acara resepsi, kegiatan juga diramaikan dengan bazar UMKM IGTKI Kabupaten Gunungkidul yang menghadirkan berbagai produk lokal dan kreativitas anggota.
Pada peringatan tahun ini, IGTKI PGRI mengusung tema “Guru Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Pondasi Wajib Belajar 13 Tahun”. Tema tersebut dinilai relevan dengan upaya penguatan pendidikan usia dini sebagai bagian penting dalam sistem pendidikan nasional.
Ketua Umum Pengurus Pusat IGTKI PGRI, Eka Putri Handayani, menegaskan bahwa pendidikan TK memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kesiapan anak menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.
“Pendidikan TK bukan sekadar tahap awal, melainkan fondasi utama keberhasilan pendidikan sepanjang hayat. Jika fondasi di tingkat TK kuat, anak-anak akan lebih siap secara akademis dan emosional di jenjang berikutnya,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa IGTKI PGRI akan terus memperjuangkan kesejahteraan guru TK agar kualitas pendidikan nasional semakin meningkat.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, yang juga bertindak sebagai Bunda PAUD Gunungkidul, menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru TK yang hadir dari berbagai wilayah di DIY.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan para pendidik.
“Guru yang sejahtera adalah guru yang mampu mendidik dengan hati yang tenang, kreativitas yang meluap, dan dedikasi yang tulus,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, lanjut Endah, berkomitmen mendukung berbagai kebijakan yang memperkuat posisi guru TK dalam implementasi program wajib belajar 13 tahun.
Kesuksesan acara tersebut juga tidak lepas dari semangat gotong royong para anggota IGTKI. Panitia menyebut pembiayaan kegiatan berasal dari swadaya anggota IGTKI se-DIY serta dukungan sejumlah donatur.
Panitia turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang membantu kelancaran kegiatan, di antaranya Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, jajaran Forkopimda Kabupaten Gunungkidul, serta aparat kepolisian yang melakukan pengamanan selama acara berlangsung.
Peringatan HUT ke-76 IGTKI PGRI ditutup dengan harapan agar organisasi tersebut semakin solid dan terus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia, sejalan dengan semangat “Guru TK Sejahtera, Pendidikan Berkualitas, Indonesia Maju”.(Didik)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









