Kirab Gunungan Meriahkan Jamasan Pusaka Kulon Progo, Pemkab Ingin Jadi Wisata Budaya Unggulan

- Editorial Team

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kulon Progo,TRIBRATA.TV – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menggelar Prosesi Jamasan Pusaka Agung di Alun-Alun Wates, Sabtu (11/7/2026). Tradisi tahunan tersebut berlangsung semarak karena diawali kirab gunungan yang melibatkan perwakilan dari seluruh wilayah Kulon Progo. Selain menjadi agenda pelestarian budaya, pemerintah daerah juga mendorong kegiatan ini sebagai daya tarik wisata budaya yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Prosesi diawali dengan Kirab Pusaka Jamasan Agung dari Kompleks Pemkab Kulon Progo menuju Alun-Alun Wates. Selanjutnya, iring-iringan diikuti perwakilan dari 12 kapanewon serta 88 kalurahan dan kelurahan se-Kulon Progo. Masyarakat memadati sepanjang jalur kirab untuk menyaksikan rangkaian acara yang berlangsung khidmat sekaligus meriah.

Dalam prosesi tersebut, petugas melakukan jamasan terhadap dua pusaka pemberian Keraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman, yakni Tombak Bamtar Angin dan Tombak Amiluhung. Selain itu, kentongan raksasa Ki Goro Bongso yang memiliki nilai sejarah tinggi juga ikut dijamas.

Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, mengatakan tradisi jamasan tidak sekadar membersihkan benda pusaka, melainkan menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus doa bersama bagi kemajuan daerah.

“Tradisi jamasan merupakan wujud pelestarian budaya sekaligus doa agar Kulon Progo senantiasa adem, ayem, tentrem, dan masyarakatnya makmur,” kata Ambar Purwoko saat memberikan sambutan.

Menurut Ambar, Pemkab Kulon Progo berkomitmen menjaga tradisi tersebut agar terus hidup di tengah masyarakat. Karena itu, pemerintah juga mengembangkan Jamasan Pusaka Agung sebagai atraksi wisata budaya yang memiliki nilai edukasi sekaligus mampu menarik kunjungan wisatawan.

Ia menegaskan, kehadiran wisatawan diharapkan memberi dampak langsung terhadap pelaku usaha mikro, pedagang, hingga sektor ekonomi kreatif di sekitar lokasi kegiatan. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kundha Kabudayan Kulon Progo, Joko Mursito, menjelaskan bahwa salah satu pusaka yang paling menarik perhatian masyarakat adalah kentongan raksasa Ki Goro Bongso. Benda bersejarah tersebut merupakan peninggalan Kadipaten Kulon Progo yang telah ada sebelum tahun 1951.

“Konon, apabila dipukul di pusat kota, suara kentongan ini dipercaya mampu terdengar hingga pelosok Kulon Progo,” ujar Joko.

Ia menambahkan, Ki Goro Bongso kini telah ditetapkan sebagai warisan cagar budaya. Oleh sebab itu, pemerintah menyimpan dan merawat kentongan tersebut bersama koleksi benda bersejarah lainnya agar tetap lestari untuk generasi mendatang.

Selain menjadi simbol sejarah, keberadaan Ki Goro Bongso juga menyimpan cerita yang terus diwariskan secara turun-temurun. Legenda mengenai suara kentongan yang mampu menjangkau hampir seluruh wilayah Kulon Progo menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.

Rangkaian Jamasan Pusaka Agung tahun ini pun tidak hanya menghadirkan prosesi adat, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Keterlibatan perwakilan kapanewon dan kalurahan menunjukkan bahwa tradisi tersebut masih memiliki tempat penting dalam kehidupan sosial masyarakat Kulon Progo.

Melalui penyelenggaraan yang semakin terbuka bagi publik, Pemkab Kulon Progo berharap Jamasan Pusaka Agung dapat berkembang menjadi agenda budaya tahunan berskala nasional. Dengan begitu, tradisi yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan kebersamaan ini diharapkan mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.(Dik.)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Kecelakaan 3 Kendaraan di Dekat Perempatan Bandara YIA Temon, 1 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pelantikan Pengurus Perbakin DIY 2026-2030, Pembinaan Atlet Jadi Fokus
Kejati DIY Rampungkan Pendataan 380 Titik SPPG MBG, Data Diserahkan ke Jampidsus Kejagung
1.588 Perempuan Pecahkan Rekor MURI Senam Kreasi Penthul Tembem di Gunungkidul
BNN Kabupaten Sleman Gandeng Komunitas Gelar Sembada Bersinar Padel
Kecelakaan Maut di Utara Lampu Merah Toyan Kulon Progo, Satu Pengendara Motor Meninggal
Sleman Juara Umum POPDA DIY 2026, Atlet dan Pelatih Terima Apresiasi Rp1,18 Miliar
Pekerja Bangunan Tewas Tertimpa Tembok Roboh saat Bongkar Rumah di Godean, Sleman

Berita Lainnya

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:08 WIB

Kirab Gunungan Meriahkan Jamasan Pusaka Kulon Progo, Pemkab Ingin Jadi Wisata Budaya Unggulan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:11 WIB

Kecelakaan 3 Kendaraan di Dekat Perempatan Bandara YIA Temon, 1 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:29 WIB

Danrem 072/Pamungkas Hadiri Pelantikan Pengurus Perbakin DIY 2026-2030, Pembinaan Atlet Jadi Fokus

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:55 WIB

Kejati DIY Rampungkan Pendataan 380 Titik SPPG MBG, Data Diserahkan ke Jampidsus Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 05:56 WIB

1.588 Perempuan Pecahkan Rekor MURI Senam Kreasi Penthul Tembem di Gunungkidul

Berita Terbaru