​Ucok Cantik: ‘Dampak Konflik di Selat Hormuz Bisa Merembet ke Jalur Perdagangan Strategis Selat Malaka’

Ancaman Energi Dunia Semakin Nyata

- Editorial Team

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Abner Hasan Pasaribu

​Di ufuk Timur Tengah, genderang perang mulai ditabuh, mengirimkan resonansi maut yang sanggup meruntuhkan pilar-pilar kemakmuran dunia. Debu konflik yang beterbangan dari tanah gersang itu kini menjelma menjadi badai ketidakpastian yang mengepung stabilitas global.

Safrizal Ganti Sitorus, atau yang akrab disapa Ucok Cantik, Ketua DPD HIPAKAD (Himpunan Putra Putri Angkatan Darat) Kepulauan Riau, menegaskan bara api antara Iran dan aliansi Amerika Serikat-Israel bukanlah sekadar tragedi di tanah seberang.

Ini adalah ancaman nyata bagi denyut nadi energi, kelancaran perdagangan internasional, hingga keamanan jalur pelayaran strategis Selat Malaka yang membelah Kepulauan Riau.

​Ucok Cantik menyampaikan pandangannya dengan tegas pada Selasa, (17/3/2026), saat memberikan penjelasan kepada TRIBRATA TV di Batam.

Menurutnya, setiap gejolak di Timur Tengah, terutama gangguan distribusi energi di Selat Hormuz, berpotensi memicu efek domino. Biaya logistik melambung, distribusi energi terganggu, dan perdagangan internasional yang melewati Selat Malaka menghadapi risiko serius.

Kepulauan Riau, sebagai wilayah yang berada di jalur perdagangan global, menjadi titik krusial yang harus selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk.

BACA JUGA  Pengrajin Tempe Surabaya Hadapi Harga Kedelai Naik Dampak Perang Iran dan Amerika

​Ancaman Energi Dunia Semakin Dekat:
​Ucok Cantik menegaskan, Selat Hormuz adalah jalur vital bagi pasokan minyak dunia. Gangguan di titik ini akan berimbas pada seluruh rantai pasok global, termasuk Kepulauan Riau, yang strategis karena berada di jalur perdagangan internasional melalui Selat Malaka.

Kenaikan biaya transportasi dan logistik bisa merembet ke distribusi pangan, bahan bakar, dan industri strategis, menekan stabilitas ekonomi regional secara signifikan.

​“Eskalasi ini adalah ancaman nyata bagi stabilitas harga minyak dunia. Dampaknya akan terasa hingga Kepulauan Riau dan jalur perdagangan vital Selat Malaka.
Semua sektor logistik dan transportasi laut akan merasakan tekanan langsung dari kenaikan biaya energi,” tegas Ucok Cantik.

​Menurut Ucok Cantik, posisi Kepulauan Riau yang berada di persimpangan jalur pelayaran internasional menjadikannya titik penghubung krusial dalam perdagangan global.

Efek domino dari konflik Timur Tengah bisa menembus batas wilayah, memengaruhi stabilitas ekonomi, logistik, dan distribusi energi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

​Indonesia Perlu Tenang dan Solid:
​Ucok Cantik menekankan masyarakat harus tetap fokus menjaga stabilitas nasional. Solidaritas dan kesatuan bangsa menjadi benteng utama menghadapi ketidakpastian global.

BACA JUGA  Habib Syukur Yakin Mahfud MD Mampu Atasi Sengkarut Perang Bintang

Prinsip politik luar negeri bebas aktif memberi Indonesia ruang untuk tetap independen dalam menghadapi tekanan internasional.

​“Kita harus tenang dan tidak mudah terprovokasi. Fokus utama adalah menjaga ketahanan ekonomi nasional tetap tangguh meski badai politik global terus memanas,” kata Ucok Cantik.

​Ia menambahkan, kesiapsiagaan nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan lembaga kemasyarakatan, agar efek domino konflik global dapat diminimalkan.

​Semangat Patriotisme Putra Pejuang:
​Ucok Cantik, putra pejuang yang dibesarkan dalam keluarga yang menjunjung tinggi nilai pengabdian kepada bangsa, dikenal sebagai figur gigih yang terus memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Kepemimpinannya di HIPAKAD tercermin dari penguatan solidaritas, kegiatan sosial, dan pembinaan nilai kebangsaan.
Organisasi ini berperan sebagai pengingat kewaspadaan nasional dan agen penguatan kesadaran masyarakat terhadap ancaman eksternal.

​Ia menegaskan bahwa anggota HIPAKAD harus aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, sambil menanamkan nilai persatuan dan nasionalisme sebagai benteng menghadapi ketidakpastian global.

​Selat Malaka Jalur Strategis Dunia:
​Dalam penjabaran lebih rinci, Ucok Cantik menekankan posisi Kepulauan Riau yang sangat strategis karena berada di jalur pelayaran internasional Selat Malaka. Jalur ini menjadi nadi perdagangan dunia, menghubungkan Asia Timur, Timur Tengah, dan Eropa.

BACA JUGA  Irjen Herry Heriawan: Saat ini Kita Menghadapi Krisis Iklim, Krisis Kepercayaan dan Krisis Kepedulian

Setiap gejolak geopolitik, terutama konflik di Timur Tengah, berpotensi memicu efek domino terhadap distribusi energi, logistik, dan stabilitas ekonomi kawasan.

Posisi strategis ini menuntut kesiapsiagaan ekstra dari pemerintah dan masyarakat lokal agar dampak global dapat diminimalkan.

​“Dunia sedang tidak baik-baik saja. Persatuan seluruh elemen bangsa dibutuhkan agar Indonesia tetap aman, damai, dan stabil di tengah badai politik global,” pungkas Ucok Cantik.

​Penulis adalah wartawan TRIBRATA TV

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Mengawal Kritik dengan Nurani, Menghargai Pengabdian BPBD di Tengah Ujian Bencana
Saat Kertas Administrasi Kalah Oleh Perut Lapar, Membaca Makna di Balik Senyum Warga Aceh Tamiang
Jalanan Panas, Ekonomi Tertekan: Siapa Bermain di Balik Gelombang Demonstrasi?”
Kemanusiaan yang Kalah oleh Kertas, Mengapa Dana Banjir Aceh Tamiang Macet di Labirin Birokrasi Jakarta?
Mencuci Uang di Negeri Sendiri
JKA di Persimpangan Jalan, Kemenangan Aspirasi Publik atau Sekadar Penundaan Krisis Anggaran?
JKA di Persimpangan Jalan, Antara Efisiensi Anggaran dan Pengkhianatan Mandat Rakyat
Refleksi Peringatan Hari Buruh Nasional Dalam Konteks Profesi Jurnalisme

Berita Lainnya

Senin, 20 Juli 2026 - 09:41 WIB

Mengawal Kritik dengan Nurani, Menghargai Pengabdian BPBD di Tengah Ujian Bencana

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:42 WIB

Saat Kertas Administrasi Kalah Oleh Perut Lapar, Membaca Makna di Balik Senyum Warga Aceh Tamiang

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:24 WIB

Jalanan Panas, Ekonomi Tertekan: Siapa Bermain di Balik Gelombang Demonstrasi?”

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:10 WIB

Kemanusiaan yang Kalah oleh Kertas, Mengapa Dana Banjir Aceh Tamiang Macet di Labirin Birokrasi Jakarta?

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:33 WIB

Mencuci Uang di Negeri Sendiri

Berita Terbaru