Humbahas, TRIBRATA TV
Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH, menghadiri Nederland Economic Mission yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (16/6/2025).
Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk menjalin diplomasi ekonomi antara Indonesia dan Belanda, khususnya di sektor pertanian, hortikultura, serta tata kelola air.
Dalam forum yang dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan internasional, Bupati Humbahas turut diperkenalkan oleh Joost Van Uum, Konselor Pertanian Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura, kepada pemerintah daerah Gementee Westland, Belanda—daerah dengan persentase rumah kaca tertinggi di dunia.
“Westland sudah menjalin kerjasama dengan berbagai negara seperti Jepang, China, Uzbekistan, Vietnam, dan Kazakhstan. Kali ini kami membuka peluang kerjasama antarpemerintah daerah dengan Humbang Hasundutan,” ujar Joost Van Uum dalam forum.
Bupati Oloan didampingi Sekretaris Daerah Chiristison R. Marbun, Kabag Perekonomian Pommer Hutabarat, dan Kabag Pembangunan Adrianus Mahulae.
Hadir pula sejumlah tokoh penting dalam acara tersebut, di antaranya Mantan Menlu RI yang kini menjabat sebagai UN Water Envoy, Retno Marsudi, Wakil Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Bantuan Pembangunan Belanda, Michiel Sweers, Ketua KADIN Anindya Bakrie, serta Wakil Menteri Perdagangan RI Dyan Roro Esti.
Wamen Belanda, Michiel Sweers, menekankan bahwa negaranya, meski wilayahnya kecil, adalah pengekspor pangan terbesar kedua di dunia, berkat kekuatan teknologi pertanian dan hortikultura. “Kami juga unggul dalam manajemen air dan pembangunan pelabuhan. Ini mendukung misi dagang untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KADIN Anindya Bakrie menyebut Belanda sebagai mitra dagang terbesar kedua Indonesia di Eropa, dengan nilai perdagangan mencapai 5,5 miliar Euro.
Wamen Dyan Roro Esti menyoroti pentingnya hubungan antarmanusia sebagai fondasi kuat kerjasama perdagangan dua negara. “Selain relasi ekonomi, kunci keberlanjutan kerjasama adalah kepercayaan antarwarga dan antarpemimpin daerah,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan Nederland Economic Mission ini akan dilanjutkan dengan kunjungan ke Kabupaten Purwakarta pada 17 Juni 2025, dan ke Kabupaten Humbang Hasundutan pada 18 Juni 2025.
Potensi besar Humbang Hasundutan di sektor pertanian dan iklim yang sejuk diprediksi menjadi alasan kuat dipilihnya daerah ini dalam misi kerjasama pertanian modern berbasis teknologi tinggi dari Belanda. Namun demikian, tindak lanjut konkret dari Pemerintah Kabupaten Humbahas akan menjadi penentu apakah peluang ini hanya menjadi pertemuan seremoni, atau benar-benar menghasilkan kolaborasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.(tota)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









